Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

,Menekan Kecelakaan Lalu Lintas lewat Internet of Things

Rabu 10 Aug 2022 20:04 WIB

Rep: eric iskandarsjah z/ Red: Hiru Muhammad

Internet of Things

Internet of Things

Di Indonesia, IoT pun telah diterapkan untuk menunjang kesalamatan transportasi darat

REPUBLIKA.CO.ID,TOKYO--High-speed networks memiliki potensi manfaat yang luas. Salah satunya dalam teknologi untuk menunjang keselamatan berkendaraan.

Dikutip dari Daily Star pada Rabu (10/8/2022), kehadiran jaringan dengan high-speed networks sebagai penunjang internet of things (IoT) ini membuat kendaraan bisa memanfaatkan data dari sensor dan membagikan informasinya kepada kendaraan lain.

Baca Juga

Hal ini dinilai membuat kendaraan nantinya bisa berkomunikasi dengan kendaraan lain. Jika hal ini diterapkan dalam sebuah smart city, maka nantinya tak diperlukan lagi lampu merah di tiap persimpangan jalan.

Di Indonesia, IoT pun telah diterapkan untuk menunjang kesalamatan transportasi darat. Presiden Direktur PT Teknologi Karya Digital Nusa (TKDN), David Santoso mengatakan, saat ini TKDN telah mengembangkan IoT untuk bus dengan teknologi yang disebut TAM (TKDN Advance Mobility) Fleet.

"Kami berkomitmen untuk berperan dalam membangun angkutan berkeselamatan di Indonesia. Oleh karena itu, kami terus memperluas penerapan TAM Fleet," kata David dalam keterangan pers kepada Republika.co.id pada Selasa (9/8/2022).

Beberapa waktu lalu, TKDN telah melakukan kerjasama penerapan TAM Fleet dengan produsen bus listrik asil Indonesia yakni PT Mobil Anak Bangsa (MAB). Kini, perluasan penerapan TAM Fleet pun kembali dilakukan lewat kerja sama dengan perusahaan karoseri yakni PT Adiputro Wirasejati (Adiputro) dan PT Tentrem Sejahtera Karoseri (Tentrem).

"Lewat kerjasama kali ini, ditargetkan ada sebanyak 100 unit hardware IoT TAM Fleet yang akan dipasang ke dalam armada bus dari Adiputro pada 50 unit armada dari Karoseri Tentrem," ujarnya.

Teknologi ini diyakini bisa menunjang keselamatan karena ditunjang dengan fungsi Driver Safety Monitoring (DSM), Advanced Driver Assistance System (ADAS), Rearcam dan Blackbox. Selain itu, penerapan IoT dalam bus juga bisa membuat operator mampu melakukan Driver Behavior Analysis.

Semua fitur itu bisa dihadirkan karna TAM Fleet mengandalkan beberapa teknologi terkini seperti artificial intelligence (AI) dan 3D depth camera. Menurutnya, digitalisasi di sektor transportasi melalui teknologi IoT yang terintegrasi sangat diperlukan untuk meningkatkan safety, operational efficiency dan mendorong customer satisfaction.

Direktur Adiputro, David Jethrokusumo mengatakan, kerjasama ini merupakan wujud komitmen Adiputro untuk mendorong peningkatan kualitas perusahaan dan mendorong keselamatan berkendara. “Memberikan pelayanan yang terbaik melalui penyediaan komponen berteknologi dan berkualitas tinggi adalah salah satu cara meningkatkan kepuasan pelanggan yang merupakan target utama kami,” kata David Jethrokusumo.

 

 

 

 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA