Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Check Point Investasi Cloud Geofenced Sasar Asia Tenggara

Kamis 26 Nov 2020 10:41 WIB

Red: Fernan Rahadi

Aplikasi Cloud. Ilustrasi

Aplikasi Cloud. Ilustrasi

Foto: Digitech
Pandemi mengakibatkan lebih banyak organisasi beralih ke Cloud.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyedia solusi keamanan di dunia maya, Check Point Software Technologies Ltd, resmi mengumumkan kantor pusat untuk wilayah Asia Pasifiknya yang berlokasi di Singapura telah berinvestasi dalam kapabilitas Cloud Geofenced lokal untuk membantu organisasi-organisasi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hal itu untuk menjaga beban kerja Cloud mereka tetap aman, sambil tetap memenuhi persyaratan residensi dan kepatuhan data lainnya, seperti MAS TRM, HIPPA, GDPR, NIST dan PCI-DSS.

"Asia Tenggara tetap menjadi kunci bagi Check Point di Asia Pasifik, dan investasi pada kapabilitas Cloud kami di Singapura merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan kami kepada pelanggan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.  Pandemi virus corona telah mengakibatkan lebih banyak organisasi di kawasan ini beralih ke Cloud untuk mendukung kerja jarak jauh dan kolaborasi online," kata Vice President and General Manager, Asia Pacific & Japan, Check Point Software Technologies, Sharat Sinha, dalam siaran persnya, Kamis (26/11).

Pada saat yang sama, pihaknya memahami bahwa mereka masih memiliki persyaratan residensi dan kepatuhan data, terutama di industri seperti jasa keuangan dan pemerintah. 

"Karena semakin banyak pelanggan kami yang pindah ke Cloud, Check Point akan hadir untuk mengamankan beban kerja dan memenuhi kebutuhan keamanan Cloud mereka dengan rangkaian lengkap solusi industri terkemuka kami," katanya menambahkan.

Saat organisasi beralih ke Cloud publik, mereka perlu memastikan bahwa lingkungan dan beban Cloud publiknya telah mengikuti praktek keamanan yang terbaik dan memenuhi standar kepatuhan.  

"Karena sifat Cloud adalah dinamis dan cekatan, maka praktik kepatuhan yang  berkelanjutan dan remediasi otomatis kesalahan konfigurasi, perlu untuk diterapkan," ujarnya.

Solusi Manajemen Postur Keamanan Cloud CloudGuard merupakan bagian dari Check Point CloudGuard Cloud Security platform.  Solusi ini menampilkan GSL Builder yang unik, yang memberi manfaat keamanan bagi organisasi ketika menggunakan Cloud publik, sambil tetap memenuhi standar residensi dan kepatuhan data secara sederhana dan efisien. 

"Bahkan selama migrasi Cloud dan berada di lingkungan Multi-Cloud, pelanggan dapat tetap patuh dengan melihat dan memodifikasi lingkungan Cloud mereka berdasarkan rekomendasi yang diberikan dari solusi tersebut," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA