Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Robot tak Selamanya Jadi Pesaing Manusia

Sabtu 02 Jul 2022 05:44 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Setyanavidita Livikacansera/ Red: Dwi Murdaningsih

Pekerja robot. Ilustrasi

Pekerja robot. Ilustrasi

Foto: Dailymail
Robot bisa menjadi solusi untuk berbagai masalah mendesak yang dihadapi masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Narasi keberadaan robot yang berpotensi mengancam kehidupan manusia, tak selamanya menjadi kenyataan. Dalam beberapa kondisi yang terjadi saat ini, keberadaan robot banyak juga yang dijadikan solusi untuk berbagai masalah mendesak yang tengah dihadapi masyarakat di berbagai belahan dunia.

Saat ini robot telah menjadi bagian dari tenaga kerja lapangan. Fieldwork Robotics dari Universitas Plymouth di Inggris, telah secara komersial menggunakan robot pemetik raspberry di dua lokasi di Portugal. 

Baca Juga

Dikutip dari IoT World Today, Rabu (18/5), robot otonom tersebut memiliki empat lengan untuk memetik. Robot ini juga menggunakan sensor dan gripper untuk mengurangi selip ketika sedang menunaikan tugasnya.

Hasil kerjanya pun tak main-main. Setiap robot mampu mengumpulkan lebih dari 25 ribu raspberry dalam sehari. Jumlah ini, unggul jauh dibandingkan tingkat pengambilan ma nusia yang berada di level rata-rata 15 ribu dalam satu hari kerja dalam delapan jam waktu.

Tim juga bekerja untuk memangkas biaya desain dengan mengadaptasi bahan yang digunakan untuk robot. Diluncurkan pada 2016, Fieldwork diciptakan untuk mengembangkan dan mengomersialkan robot otonom untuk mengisi kesenjangan produktivitas dan bekerja bersama manusia.

Dengan populasi global yang akan meledak di tahun-tahun mendatang, lini produk produsen robot ini, ditujukan untuk menjadi solusi meningkatnya per mintaan makanan. Isu ini, makin terasa urgensi nya dengan situasi kurangnya lahan dan tenaga kerja.

CEO Fieldwork Robotics Rui Andres menjelaskan, Inggris saat ini, menghadapi kekurangan sekitar 90 ribu pemanen. Situasi ini berpotensi berdampak pada ketersediaan pangan. "Tujuan kami adalah unuk membantu petani memanen semua yang mereka hasilkan. Termasuk juga, menjaga limbah seminimal mungkin, dan memastikan mereka dapat beroperasi secara berkelanjutan," ujarnya.

Fieldwork Robotics saat ini, memiliki dua jenis robot yang telah dikomersialisasi. Pertama, robot pemanen berbentuk vertikal yang dapat disesuaikan tingginya agar sesuai dengan berbagai tanaman buah. Kemudian, ada pula platform horizontal yang dapat digunakan di berbagai lingkungan pertanian tanpa pengawasan manusia.

Dengan ditenagai kecerdasan buatan (AI), robot-robot ini dapat menilai kematangan tanaman buah dan sayuran, hingga menentukan waktu panen secara presisi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA