Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Satelit Merah Putih Telkom Sukses Mengorbit

Selasa 07 August 2018 18:36 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Dwi Murdaningsih

Satelit Merah Putih milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil mengorbit pada Selasa (7/8).

Satelit Merah Putih milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil mengorbit pada Selasa (7/8).

Foto: telkom
Satelit Merah Putih menambah jumlah transponder milik Telkom menjadi 133 transponder.

REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA -- Satelit Merah Putih milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil mengorbit pada Selasa (7/8). Satelit diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida.

Keberhasilan peluncuran ini sekaligus menandai 42 tahun kiprah Telkom dalam bisnis dan pengoperasian satelit telekomunikasi untuk Indonesia. Serta bertepatan dengan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat doa dan dukungan pemerintah dan segenap rakyat Indonesia, Satelit Merah Putih hari ini berhasil diluncurkan," kata Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga sesaat setelah Satelit Merah Putih meluncur dari SLC 40 Cape Canaveral Air Force Station.

Satelit Merah Putih memiliki kapasitas 60 active transponders, terdiri dari 24 Standard C-Band dan 12 Extended C-Band yang menjangkau Asia Tenggara. Serta 24 Standard C-band yang menjangkau Asia Selatan.

Satelit ini akan menempati slot orbit 108 derajat Bujur Timur (BT) atau di atas wilayah sekitar Selat Karimata. Kehadiran Satelit Merah Putih akan melengkapi dua satelit Telkom lainnya yang masih aktif beroperasi, yaitu Telkom 2 dan Telkom 3S.

Satelit Merah Putih akan menambah jumlah transponder milik Telkom dari 73 menjadi 133 transponder. Hal ini akan memperkuat bisnis satelit TelkomGroup.

Satelit Merah Putih merupakan satelit telekomunikasi yang memiliki kapasitas lebih besar dan jangkauan lebih luas dibandingkan satelit milik Telkom sebelumnya. Selain itu, Satelit Merah Putih dibangun menggunakan teknologi Fiber Optic Gyro, sehingga memiliki kestabilan lebih tinggi.

Satelit Merah Putih dibangun oleh perusahaan pembuat satelit komersial dan perangkat antariksa asal Amerika, Space System Loral (SSL). Satelit yang dibangun sejak awal 2016 ini dihantarkan menuju orbit menggunakan roket flight-proven Falcon 9 milik SpaceX.

Space X adalah perusahaan jasa peluncuran asal Amerika yang memiliki success rate peluncuran yang cukup tinggi yaitu sekitar 98 persen. Keberhasilan peluncuran Satelit Merah Putih diharapkan dapat memenuhi demand transponder nasional.

Satelit merupakan infrastruktur komplemen yang dibutuhkan untuk menjangkau wilayah-wilayah dengan karakteristik topografi negara kepulauan seperti Indonesia. Satelit Merah Putih akan berperan penting dalam menghadirkan layanan komunikasi broadband di area-area yang tidak dapat dijangkau oleh teknologi fiber optic maupun sistem komunikasi lainnya, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Satelit Merah Putih menjangkau seluruh wilayah Indonesia, negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Sehingga kehadirannya diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital di Indonesia dan memperkuat bisnis internasional TelkomGroup, sehingga TelkomGroup mampu menjadi perusahaan telekomunikasi digital Indonesia yang terdepan dan berdaya saing global," kata Alex melalui siaran pers yang diterima Republika.

Keberadaan Satelit Merah Putih juga diharapkan dapat mendorong pembangunan masyarakat digital Indonesia. Juga memperkuat peran Telkom sebagai enabler dalam kemajuan ekonomi digital nasional.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA