Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Startup Binaan Telkom Buat Sistem Informasi Rest Area

Selasa 03 Jul 2018 11:32 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Friska Yolanda

Sejumlah kendaraan pemudik padat parkir di rest area tol fungsional, Penarukan, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (9/6).

Sejumlah kendaraan pemudik padat parkir di rest area tol fungsional, Penarukan, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (9/6).

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Dengan sistem ini, diketahui berapa jumlah parkir kosong yang tersedia.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Arus mudik tahun ini menjadi beda dengan hadirnya kolaborasi perusahaan rintisan (startup) Nodeflux, Telkom Divisi Digital Service dan PT Jasa Marga dalam implementasi kecerdasan buatan, big data, dan deep learning. Sepanjang arus mudik kemarin, Telkom memasang layanannya di 10 titik area peristirahatan (rest area) pada ruas mudik yang padat.

Chief Executive Officer (CEO) Nodeflux, Meidy Fitranto, mengatakan, dengan layanan tersebut, kendaraan pada ruas sebelum dan pada area peristirahatan bisa dikenali secara akurat. "Untuk kemudian datanya diolah dan ditampilkan secara real time kepada masyarakat," ujar Meidy dalam siaran persnya, Selasa (3/7). 

Meidy menjelaskan, layanannya mampu menghitung kendaraan yang masuk secara akurat dan real time, baik di pintu masuk atau keluar rest area. Dari data tersebut, informasi slot parkir kosong dapat ditampilkan pada papan pengumuman digital sebelum masuk rest area.

Perusahaan binaan program Indigo.id 2016 itu mampu memodernisasi manajemen area peristirahatan di area tol melalui proses pengelolaan parkir menjadi lebih cepat dan akurat sehingga memudahkan masyarakat pemudik. Bahkan, kata dia, informasi slot kosong bahkan sampai didetilkan seperti parkir kosong untuk kendaraan kecil sekian unit dan lahan kosong kendaraan besar sekian unit. Hal ini membuat pengendara bisa mengatur perjalanannya lebih nyaman.

Menurut Meidy, potensi penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam manajemen kendaraan di Indonesia sangat terbuka luas. Pasalnya, lalu lintas di perkotaan besar di Indonesia merupakan masalah yang cukup serius untuk diselesaikan. Penerapan teknologi dalam pengawasan rest area di ruas jalur mudik ini merupakan momentum.

VP IT Jasa Marga Agus Sofian mengatakan, penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) sangat membantu kegiatan operasional dengan mengotomasi aktivitas yang sebelumnya dilakukan manual. Penerapan AI saat momen mudik ini, kata dia, diharapkan dapat menjadi langkah awal dan dapat terus disempurnakan untuk mendukung transformasi digital Jasa Marga dan penerapan sistem ITS (Intelligent Transportation System) dalam manajemen jalan tol di Indonesia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA