Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Telkom Siap Dukung HKI Hadapi Revolusi Industri 4.0

Jumat 29 Jun 2018 03:39 WIB

Red: Friska Yolanda

 Ketua HKI Sanny Iskandar (paling kiri) dan Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan (paling kanan) saat menandatangani Nota Kesepahaman tentang Penyediaan dan Pengembangan Layanan Telecommunication, Information, Media, Edutainment & Services (TIMES) disaksikan oleh Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto (kedua dari kiri) dan Sekjen HKI Rahmadi Nugroho (kedua dari kanan) di Jakarta, Kamis (28/6).

Ketua HKI Sanny Iskandar (paling kiri) dan Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan (paling kanan) saat menandatangani Nota Kesepahaman tentang Penyediaan dan Pengembangan Layanan Telecommunication, Information, Media, Edutainment & Services (TIMES) disaksikan oleh Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto (kedua dari kiri) dan Sekjen HKI Rahmadi Nugroho (kedua dari kanan) di Jakarta, Kamis (28/6).

Foto: Telkom
Telkom siap mendukung implementasi di Kawasan Industri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam rangka mendukung sektor industri Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0, Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Dian Rachmawan bersama Ketua Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Sanny Iskandar melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penyediaan dan Pengembangan Layanan Telecommunication, Information, Media, Edutainment and Services (TIMES), pada acara HUT HKI ke-30. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto yang sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina Kawasan Industri, di Grand Melia Hotel, Jakarta, Kamis (28/6).

Dalam sambutannya, Airlangga mengatakan Presiden RI Joko Widodo sudah mencanangkan program 'Making Indonesia 4.0' sebagai strategi Indonesia memasuki era digital yang tengah berjalan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah agar Indonesia dapat bersaing dan memenangkan persaingan global, sehingga dapat menumbuhkan sektor industri.

"Untuk itu, Telkom mempunyai peran penting dalam mendukung kemajuan infrastruktur industri 4.0 (infrastruktur telekomunikasi), khususnya penyediaan jaringan fiber optic dan infrastruktur lainnya dengan tetap mengedepankan aspek reliability dan security," ungkap Airlangga.

Sementara itu, Dian mengatakan, kerja sama ini merupakan wujud komitmen Telkom untuk turut memajukan sektor industri Indonesia dengan melakukan Digitalisasi Kawasan Industri menjadi Industrial Estate 4.0. "Serta, untuk meningkatkan nilai bisnis kedua entitas secara berkesinambungan," ungkap Dian.

Dalam kesempatan ini, Dian juga menyampaikan apresiasinya atas kesediaan HKI sebagai partner Telkom dalam mengembangkan layanan TIMES di kawasan industri. Saat ini, HKI mengelola 86 kawasan industri yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Executive Vice President Divisi Enterprise Service Telkom Judi Achmadi,  mengatakan beberapa faktor kunci dari Revolusi Industri 4.0 adalah digitalisasi (product and service), Internet of Things (IoT) yang memungkinkan interkoneksi orang, barang dan mesin, Utilization of Big Data, serta robotisasi produksi (machine). Untuk setiap faktor tersebut, Telkom siap mendukung implementasinya di Kawasan Industri.

"Melalui kerja sama dan dukungan infrastruktur Information and Communication Technology (ICT) Telkom yang mumpuni, diharapkan seluruh kawasan industri industri dapat berkembang sehingga memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan sektor industri Indonesia ke depannya serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Ketua Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Sanny Iskandar.

Revolusi Industri 4.0 atau industri generasi keempat merupakan perubahan sektor industri di dunia yang dipengaruhi oleh maraknya perkembangan teknologi serta internet. Salah satu hasil penerapannya adalah inovasi dan perubahan terhadap model bisnis yang lebih efisien dan efektif.

Dampak dari revolusi ini adalah meningkatnya efisiensi produksi karena menggunakan teknologi digital dan otomatisasi, serta perubahan komposisi lapangan kerja. Penggunaan ICT di sektor industri akan memberikan penghematan waktu dan biaya sehingga produk yang dihasilkan dapat lebih efisien dan mampu bersaing baik di pasar domestik maupun global.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA