Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Membangun Peradaban Islam di Indonesia

Rabu 17 Jun 2015 00:11 WIB

Red: Agung Sasongko

Peta Kesultanan Islam nusantara.

Peta Kesultanan Islam nusantara.

Foto: Wordpress.com

Oleh: Vemby (Anggota Forum Negarawan Muda Indonesia. Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Universitas Riau)

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia selama ini dikenal dengan jumlah penduduk Islam terbesar di seluruh dunia bahkan mengalahkan populasi penduduk Islam di negara Arab Saudi. Saat ini populasi umat Islam di dunia berjumlah sekitar 23,4 persen dari total penduduk dunia dan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya.

Peningkatan populasi umat Islam ini diikuti oleh negara-negara Islam lainnya seperti India, Pakistan, Bangladesh, Mesir, Nigeria, Turki, dan Maroko. Populasi umat Islam yang terus bergerak naik ini sangat memungkinkan untuk bangkitnya kembali peradaban Islam pada tahun 2045.

Di tengah kemelut berkepanjangan dan islamofobia yang ramai dibicarakan pihak Barat, Indonesia sebagai negara Muslim tidak lepas dari dampak isu tersebut. Dibawah pengaruh besar Amerika Serikat, Indonesia dipaksa bergabung untuk ikut dalam memerangi terorisme yang sebagian besar merupakan rekayasa politik negara adidaya tersebut.

Globalisasi juga memaksa sejumlah negara-negara Muslim lainnya untuk menyesuaikan aturan-aturan negara mereka dan menjadi lebih terbuka terhadap pengaruh Barat. Sementara itu propaganda Barat untuk terus menghilangkan peradaban Muslim secara besar-besaran terus dilakukan.

Untuk membangkitkan kembali peradaban Islam pada tahun 2045, negara-negara Muslim di dunia terus meningkatkan pertahanan dan daya saing mereka di dunia Internasional. Sumber daya manusia terus ditingkatkan sehingga lahir bibit pemimpin pembawa peradaban Islam pada tahun 2045.

Oleh karena itu, penulis akan membagi pembahasan menjadi dua bagian. Pertama, perkembangan Indonesia sebagai negara mayoritas muslim dunia. Kedua, perkembangan dunia Internasional dalam membangkitkan peradaban Islam tahun 2045.

Pertama, Perkembangan Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim dunia. Sejarah lahirnya negara Indonesia tak lepas dari masuknya agama Islam ke Nusantara. Hal ini dimulai sejak ditemukannya kuburan Fatimah Binti Maimun di Jawa Timur, berdirinya kerajaan Pasai serta masuknya Wali Songo di pulau Jawa sekitar abad ke-11 hingga abad ke-13.

Berdirinya kerajaan Pasai dan berkembangnya Wali Songo di pulau Jawa tidak lepas dari misi dakwah kerajaan Islam Turki yang saat itu dipimpin oleh Sultan Muhammad 1 yang ingin memperluas wilayah Islam ke seluruh dunia.

Kekuatan Islam dalam mempersatukan wilayah nusantara terlihat ketika perjuangan melawan penjajahan hingga kemerdekaan Indonesia. Pertempuran di pulau Jawa dipimpin oleh kesultanan Islam seperti Kesultanan Demak dan Mataram yang mengobarkan semangat perjuangan melawan penjajahan di bumi Nusantara.

Sementara di wilayah Sumatera, kaum Paderi merupakan kelompok yang tidak bisa dipisahkan dari perjuangan dalam Perang Paderi. Keinginan dan semangat untuk membentuk sebuah negara yang utuh dicetuskan pertama kali oleh Serikat Islam dalam Ntico (Natioonal Indische Congress) pada 17-24 Juni 1916 di Surabaya.

Kongres ini membahas tentang pandangan islam mengenai demokrasi dan sosialisme. Kongres ini terus berlanjut hingga tahun 1921 yang nantinya akan melahirkan Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Propaganda Barat untuk menghentikan peningkatan populasi Muslim di Indonesia terus dilakukan.

Saat ini kondisi kepemimpinan di Indonesia semakin menurun seiring dengan kekacauan politik dalam negeri dan tuntutan dunia Internasional yang semakin meningkat. 

Indonesia saat ini tengah mencari sosok pemimpin yang akan mengembalikan kejayaannya. Ideologi Pancasila yang dipegang teguh oleh negara ini merupakan produk dari para pemimpin Islam di masa kemerdekaan. Peran pemuda saat ini sangat dibutuhkan untuk mengubah Indonesia menjadi pusat peradaban Islam pada tahun 2045.

Tahun 2045 merupakan golden year untuk Indonesia sendiri karena pada tahun tersebut menjadi puncak dimana usia produktif penduduk Indonesia meningkat secara drastis. Banyakanya pemuda berlandaskan Islam saat ini memberikan angin segar untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban.

Kedua, Perkembangan dunia internasional dalam kebangkitan peradaban Islam 2045. Dalam beberapa penelitian, negara-negara seperti India dan Pakistan bahkan diprediksi akan mengalahkan populasi Islam Indonesia pada tahun 2030 nanti. Keadaan tersebut tentu saja menarik perhatian banyak kalangan mengingat saat ini Indonesia masih menyandang gelar negara mayoritas muslim terbesar di dunia.

Kebangkitan peradaban Islam tidak hanya dilihat dari segi populasi, tapi juga perkembangan suatu negara. Pada saat ini Malaysia dan Turki terus membuktikan eksistensinya di dunia Internasional menjadi sebuah negara yang maju di tengah gempuran globalisasi dan doktrin-doktrin Barat.

Selain Malaysia dan Turki, masih banyak negara-negara Muslim lainnya yang terus bergerak menjadi sebuah negara maju dan menjadikan Islam sebagai peradaban yang ditunggu oleh dunia Internasional saat ini.

Malaysia merupakan negara Islam berbentuk kerajaan yang saat ini mengalami perkembangan pesat di bidang ekonomi. Hal ini disebabkan oleh kemauan keras pemerintah Malaysia untuk terus mengembangkan kekayaan dalam negeri dan memperkuat daya saingnya dengan dunia Internasional.

Pemakaian ideologi Islam dalam hukum-hukum negara tidak menghalangi Malaysia untuk terus mengeksplorasi kemampuan ekonomi mereka dalam dunia Internasional. Program-program yang dicanangkan pemerintah Malaysia saat ini telah membawa Malaysia diakui sebagai negara industri baru di kawasan Asia.

Kebangkitan Turki juga tidak terlepas dari kesadaran pemerintah akan pentingnya Islam dalam sendi-sendi pemerintahan. Sejak berkembannya sekularisme di bawah kepemimpinan Kemal Attaturk pada 1923, Turki terus mengalami kemerosotan dalam berbagai bidang dan pemakaian militer secara ketat dalam kehidupan bernegara.

Kemunculan Recep Erdogan sebagai Presiden Turki telah banyak membawa kemajuan terutama kebangkitan partai Islam di negara ini. Kebangkitan partai Islam membuktikan bahwa Islam mampu berdampingan dengan ideologi sekuler yang ada selama ini.

Dunia Islam saat ini mendapatkan cobaan dan tantang yang berat dari dunia Internasional. Pemimpin yang memiliki landasan agama yang kuat dan memiliki strategi yang jitu merupakan hal yang dibutuhkan Islam untuk mencapai peradabannya.

Oleh karena itulah, pemuda harus terus meningkatkan kualitasnya untuk membangkitkan Islam sebagai kekuatan dunia. Persatuan dan kebersamaan diantara seluruh negara-negara muslim di dunia dalam melawan doktrin-doktrin Barat yang terus bertebaran akan menghasilkan sebuah kekuatan yang luar biasa bagi kebangkitan Islam.

Dengan demikian, kebangkitan peradaban islam bukan lagi hal yang mustahil untuk dicapai pada tahun keemasannya.
    

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA