Rabu 19 Jan 2022 14:59 WIB

Agen Sebut Barcelona Ancam Dembele dalam Negosiasi Kontrak Baru

Barcelona diklaim agen Dembele mengancamkan membekukan kliennya pada sisa musim ini.

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah
Ousmane Dembele tengah dalam situasi pelik dalam negosiasi kontrak dengan Barcelona.
Foto: EPA-EFE/Enric Fontcuberta
Ousmane Dembele tengah dalam situasi pelik dalam negosiasi kontrak dengan Barcelona.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Agen Ousmane Dembele, Moussa Sissoko mengungungkapan ancaman dari manajemen Barcelona kepada kliennya dalam negosiasi kontrak baru. Barcelona, kata dia, bisa membekukan Dembele selama sisa musim 2021/2022 kali ini. Hal itu lantaran persoalan perpanjangan kontrak  Dembele dengan klub.

"Kami di sini bukan untuk memperdebatkan di medsos tetapi kebenaran harus diungkapkan. Ya, kami memiliki persyaratan yang menuntut. Namun, kami menunjukkan opsi karier Dembele tak ditentukan oleh uang," kata Sissoko dilansir dari Marca, Rabu (19/1).

Baca Juga

Saga kontrak Dembele bersama Barcelona terus menjadi pertanyaan. Kini dengan belum adanya kesepakatan perpanjangan kontrak antara dia dengan manajemen Los Cules, maka Dembele bisa melakukan negosiasi prakontrak bersama klub di luar Spanyol per 1 Januari.

Sebelumnya pihak Barcelona dan Xavi Hernandez ingin sekali memperpanjang masa durasi kerja Dembele di Stadion Camp Nou, tapi tak bisa menemukan kata sepakat dengan agennnya Sissoko.

Ia mengeklaim Barcelna telah mengancam akan meninggalkan Dembele dari tim sampai kesepakatan tercapai. "Itu langkah tekanan. Mungkin hal itu bisa bekerja dengan agen yang memiliki hubungan erat dengan Barcelona. Ini bukan kasus saya, saya di sini untuk membela kepentingan pemain dan menegaskan hak Dembele," sambung Sissoko.

Lebih lanjut, Sissoko menjelaskan Barca sejatinya bisa berbicara dengan kepala dingin bersama Dembele untuk berdiskusi perihal persoalan kontrak ini.

Saat ini, kata Sissoko, Dembele belum memutuskan apapun tentang nasibnya bersama Barca. "Sejak awal kami menunjukkan bahwa kami ingin berdiskusi, dengan kondisi yang jelas, tetapi tanpa menutup pintu," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement