Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Liga Europa

Arsenal Berjaya di Austria, Arteta Sanjung Aksi Thomas Parte

Jumat 23 Oct 2020 18:12 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Muhammad Akbar

Mikel Arteta

Mikel Arteta

Foto: EPA-EFE/Peter Byrne
Namun Arteta menolak menyalahkan kiper asal Jerman itu.

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Arsenal memulai petualangan pada ajang Liga Europa musim ini, dengan hasil gemilang. Kubu the Gunners menundukkan tuan rumah Rapid Wina, 2-1, di Stadion Allianz, dalam laga yang berakhir pada Jumat (23/10) dini hari WIB.

Skuat Meriam London sempat tertinggal lebih dahulu. Pada menit ke-51, striker tim Austria itu, Taxiarchis Fountas mengoyak jala Bernd Leno.

Arsenal menyamakan kedudukan pada menit ke-71, melalui sundulan David Luiz. Tiga menit berselang, Pierre-Emerick Aubameyang membuat the Gunners berbalik unggul.

Selepas pertandingan, pelatih kubu tamu, Mikel Arteta puas melihat penampilan anak asuhnya. Secara khusus ia menyinggung aksi jugador anyar Meriam London, Thomas Partey.

Arteta memberi debut secara penuh untuk Partey bersama Arsenal, pada ajang Liga Europa. Sebenarnya eks Atletico Madrid itu sudah turun di Liga Primer Inggris, beberapa hari lalu.

Saat itu, the Gunners berhadapan dengan Manchester City. Namun dalam bigmatch di Etihad Stadium, Partey bertindak sebagai pemain pengganti.

Baru kali ini, yang bersangkutan pertama kali mengisi starting xi the Gunners. Partey bahkan tidak digantikan hingga pluit akhir berbunyi.

"Saya pikir malam ini dia tampil fantastis. Jelas ada banyak hal yang bisa didapat darinya," kata Arteta, dikutip dari Mirror.co.uk.

Partey gemilang, namun tetap saja, kinerja Arsenal jauh dari kata memuaskan. Terutama seputar aksi penjaga gawang tim tersebut, Bernd Leno.

Leno harus membayar mahal saat mencoba bermain dengan operan bawah ketika tekanan dari para penyerang tuan rumah. Bola operannya berhasil dipotong. Beberapa detik kemudian, gawangnya kebobolan.

Namun Arteta menolak menyalahkan kiper asal Jerman itu. Ia merasa Leno baru saja mempraktikkan rencana permainan mereka.

"Jelas, itu kesalahan saya, karena saya menuntut kami melakukan seperti itu. Dia memiliki keberanian untuk melakukannya. Itu sesuatu yang harus terus kami kerjakan. Kiper terlibat saat kami membangun permainan dari belakang," tutur arsitek berkebangsaan Spanyol ini, menegaskan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA