Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Sekjen Pastikan PSSI Selalu Berusaha Akomodir Keinginan Pelatih

Sabtu 28 May 2022 17:15 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Sejumlah pemain dan ofisial Timnas Indonesia berlari saat menjalani sesi latihan di Stadion Sidolig, Jalan A Yani, Batununggal, Kota Bandung, Jumat (27/5/2022). Latihan tersebut digelar dalam rangka persiapan jelang laga FIFA Match Day Timnas Indonesia melawan Bangladesh pada Rabu (1/6/2022) di Bandung dan kualifikasi Piala Asia 2023 yang digelar pada 8-14 Juni mendatang. Foto: Republika/Abdan Syakura

Sejumlah pemain dan ofisial Timnas Indonesia berlari saat menjalani sesi latihan di Stadion Sidolig, Jalan A Yani, Batununggal, Kota Bandung, Jumat (27/5/2022). Latihan tersebut digelar dalam rangka persiapan jelang laga FIFA Match Day Timnas Indonesia melawan Bangladesh pada Rabu (1/6/2022) di Bandung dan kualifikasi Piala Asia 2023 yang digelar pada 8-14 Juni mendatang. Foto: Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Saat ini, skuad Garuda sudah berada di Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PSSI melalui Sekretaris Jenderal, Yunus Nusi melurukan komentar pelatih Shin Tae-yong di sejumlah media yang menyatakan bahwa PSSI belum memesan Stadion Madya.

Yunus menjelaskan, PSSI sudah melakukan permohonan pengajuan pemakaian Stadion Madya pada Kamis (26/5/2022) pada pukul 17.00 WIB. Setelah itu, PSSI juga sudah membooking lapangan untuk pukul 18.00 hingga 20.00 WIB.

Baca Juga

"Kami melalui sekretaris timnas Indonesia sudah melakukan booking lapangan seperti yang direquest oleh pelatih Shin Tae-yong. Namun tiba-tiba beberapa jam sebelum latihan Shin Tae-yong minta diubah mendadak dan dipercepat menjadi pukul 17.00 WIB, namun lapangan masih ada yang memakai jadi tidak bisa kami gunakan. Pihak pengelola stadion Madya memberi info adanya pukul 18.00 hingga 20.00 dan ini sudah diinfokan kepada pelatih Shin Tae-yong," kata Yunus Nusi, Sabtu (28/5/2022).

Seperti diketahui, pada Kamis (26/5/2022) kemarin, Timnas Indonesia melakukan latihan perdana di Jakarta. Latihan ini sebagai persiapan menghadapi laga FIFA Match Day melawan Bangladesh pada 1 Juni mendatang di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

"Bila timnas Indonesia mau melakukan pemusatan latihan (TC), kami selalu meminta jadwal latihan kepada pelatih jauh-jauh hari. Namun kemarin pelatih memberikan jadwal beberapa hari sebelum pemusatan latihan dan meminta perubahan mendadak menjadi pukul 17.00 WIB. Harusnya kesalahpahaman kecil seperti ini tidak perlu dipolemikkan. Apalagi sampai keluar ke media" ungkapnya.

Yunus juga menambahkan bahwa PSSI sangat berterima kasih kepada pemerintah yang sudah mendukung penuh program untuk timnas Indonesia. Apalagi hampir seluruh permintaan timnas Indonesia melalui pelatih Shin Tae-yong dipenuhi oleh PSSI.

"Kami bisa melakukan sejumlah pemusatan latihan di Eropa (Kroasia, Spanyol, Turki), Korea Selatan, Uni Emirat Arab dan lain-lainnya karena dukungan pemerintah. Namun kami minta maaf belum bisa memberikan target yang diinginkan seperti medali emas di SEA Games 2021," tukas Yunus.

Saat ini, skuad Garuda sudah berada di Bandung. Evan Dimas dan kawan-kawan diberikan target meraih kemenangan melawan Bangladesh dan lolos ke Kualifikasi Piala Asia 2023 mendatang.

Dikutip dari Antara, sebelumnya menurut Shin Tae-yong, awalnya memang tim Garuda akan ke Stadion Madya setelah menjalani latihan beban. Akan tetapi, semua kegiatan dialihkan karena ternyata stadion belum dipesan.

Meski demikian, juru taktik asal Korea Selatan itu menegaskan bahwa perubahan lokasi latihan dari stadion ke hotel tempat timnas menginap bukanlah masalah besar.

"Tidak ada masalah untuk hari ini karena kami hanya latihan pemulihan saja. Namun, ke depan, ini tidak boleh terjadi lagi," kata Shin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA