Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

PSSI Hanya Butuh Satu Tahun untuk Angkat Prestasi Timnas

Ahad 11 Mar 2012 15:19 WIB

Rep: Abdullah Sammy/ Red: Djibril Muhammad

Bob Hippy

Bob Hippy

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PSSI di bawah komando Djohar Arifin masih percaya diri, meski belakangan kerap diserang terkait kebijakannya yang memasukan pemain timnas hanya dari kompetisi Indonesia Premier League (IPL) dan tidak dari Indonesia super League (ISL).

Sebagai buktinya, PSSI menargetkan waktu hanya satu tahun guna menggapai prestasi bagi Timnas Garuda Merah Putih. Pascakekalahan telak dari Bahrain 0-10, dinilai PSSI sebagai sebuah kegagalan yang sekaligus dapat mematangkan jam terbang para pemain muda di pentas internasional.

Karena itu, "Kami akan jadikan hasil kemarin sebagai pelecut untuk terus meningkatkan prestasi. Kalau mau bicara prestasi saya kira paling relevan mengukurnya minimal setahun kedepan," Ketua Komite Timnas Bob Hippy

Dijelaskan Bob, sejauh ini PSSI baru fokus dalam merancang program pembentukan tim. Baru beberapa bulan lalu, ujar Bob, PSSI membentuk segala jenjang umur timnas, mulai U-12 hingga tim senior. Program itu, lanjut dia, mustahil akan langsung dibebani hasil di bulan-bulan pertama.

Karena itu pembinaan jangka panjanglah yang dinilainya mampu memecah paceklik prestasi skuat Garuda. "Kita akan terus melakukan program pembinaan pemain muda karena itu adalah hal yang jauh lebih penting dibanding terus berpolemik," tambahnya.

Dia mengaku bahwa di level senior PSSI akan terus melakukan pemanggilan pemain baru. Pemain yang dinilai potensial dan mampu tampil konsisiten di kompetisi akan dpanggil memperkuat Merah Putih. Dia pun membuka kemungkinan dipanggilnya kembali pemain asal Liga Super Indonesia.

Sedangkan di level junior, pemantuan bakat akan terus dilakukan ke sejumlah pelosok nusantara. Dia mengaku bahwa tim yang tampil di Brunei adalah hasil pengamatan singkat dan belum menyentuh semua wilayah. “Jadi aka nada beberapa pemain baru nantinya yang merupakan pilihan pelatih. Tim ini akan terus dipertahankan untuk tampil di kualifikasi Piala Asia U-22,” jelas Bob.

Namun dia pun mengindikasikan dipertahankanya beberapa nama eks jebolan tim U-21 Brunei. Seluruh kebijakan itu, lanjut Bob, akan terpulang pada keputusan Widodo Cahyono Putra sebagai pelatih utama tim.

Timnas juga akan ditempa dengan banyaknya uji coba internasional. Dia mencontohkan agenda tim senior yang akan ikut turnamen uji cona di Palestina pada Mei mendatang. Sedangkan tim junior akan rutin menggelar laga uji coba melawan sejumlah negara ASEAN.

Bob mempersilakan segala kritik yang dilayangkan masyarakat pada timnas. Menurutnya, kritik akan menjadi hal positif demi terus memacu pengurus untuk meningkatkan kinerjanya.

Namun dia menolak keras jika hasil timnas terus dipolitisasi dan dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menggulirkan KLB. Menurutnya, solusi pemikiran untuk mengangkat prestasi sepak bola Indonesia akan jauh lebih penting dibandingkan sibuk memikirkan posisi.

Dia pun menjamin, dengan pendekatan baru sepak bola nasional yang menitik beratkan pada pembinaan jangka panjang, timnas Indonesia memiliki potensi untuk bangkit. Namun selama program timnas dikaitkan dengan target jangka pendek, Bob yakin tidak akan banyak perubahan hasil timnas dibanding masa lalu.

"Kita tidak bisa terus menerus berpikir prestasi akan datang insatan. Kita harus merubah banyak hal di sepak bola Indonesia. Hasil yang sekarang ini masih bagian dari transisi antara sistem lama menuju yang baru," tuturnya.

"Kami menargetkan paling tidak setahun lagi tim U-23 kita mampu berbicara di Asia Tenggara. Sedangkan tim senior paling tidak empat tahun lagi mampu biacara. Semua mengacu pada pembinaan usai muda," katanya menandaskan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA