Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

FIFA Gunakan Teknologi Semiotomatis Offside di Piala Dunia 2022, Begini Cara Kerjanya

Sabtu 02 Jul 2022 03:40 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Logo Piala Dunia Qatar 2022.

Logo Piala Dunia Qatar 2022.

Foto: DOK MLS
Teknologi baru ini menggunakan 12 kamera pelacak khusus di bawah atap stadion.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) akan menerapkan teknologi offside semi-otomatis pada Piala Dunia Qatar tahun ini. Lalu bagaimana cara kerja teknologi yang telah diuji dalam Piala Arab FIFA 2021 dan Piala Antaklub ini?

Dikutip dari Skysports, Jumat (1/7/2022), teknologi baru ini menggunakan 12 kamera pelacak khusus yang dipasang di bawah atap stadion untuk melacak bola, dan hingga 29 titik data dari setiap pemain individu, 50 kali per detik, menghitung posisi pasti mereka di lapangan.

Baca Juga

Sebanyak 29 titik data yang dikumpulkan mencakup semua anggota badan dan ekstrimitas yang revelan untuk melakukan panggilan offside. Bola pertandingan resmi Piala Dunia Adidas Al Rihla, menyediakan elemen penting lebih lanjut untuk mendeteksi insiden offside ketat karena sensor unit pengukuran inersia (IMU) akan ditempatkan di dalam bola.

Sensor ini diposisikan di tengah bola, mengirimkan data bola ke ruang operasi video 500 kali per detik, memungkinkan deteksi titik tendangan yang sangat tepat. Dengan menggabungkan data pelacakan anggota badan dan pelacakan bola, serta menerapkan kecerdasan buatan.

Teknologi baru ini memberikan peringatan offside otomatis kepada ofisial pertandingan video di dalam ruang operasi video setiap kali bola diterima oleh penyerang yang berada dalam posisi offside pada saat itu.

Sebelum memberitahu wasit di lapangan, ofisial video memvalidasi keputusan yang diajukan dengan memeriksa secara manual titik tendangan yang dipilih secara otomatis dan garis offside yang dibuat secara otomatis, yang didasarkan pada posisi yang dihitung dari anggota badan pemain. Proses ini terjadi dalam beberapa detik dan berarti keputusan offside dapat dibuat cepat dan lebih akurat.

Setelah keputusan dikonfirmasi oleh ofisial video dan wasit di lapangan, titik data posisi yang sama persis yang digunakan untuk membuat keputusan kemudian dibuat menjadi animasi 3D yang secara sempurna merinci posisi anggota badan pemain di lapangan saat bola dimainkan.

Animasi 3D ini akan selalu menampilkan perspektif terbaik untuk situasi offside, kemudian akan ditampilkan di layar raksasa di stadion. Selain itu juga akan tersedia bagi mitra siaran FIFA untuk memberitahu semua penonton dengan cara yang sejelas mungkin.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA