Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Kesedihan Para Fan Atas Kematian Maradona

Kamis 26 Nov 2020 21:55 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

 Pendukung Maradona berkumpul di Stadion La Bombonera di lingkungan La Boca di Buenos Aires, Argentina, 25 November 2020. Diego Maradona meninggal dunia pada usia 60 tahun setelah serangan jantung pada 25 November 2020.

Pendukung Maradona berkumpul di Stadion La Bombonera di lingkungan La Boca di Buenos Aires, Argentina, 25 November 2020. Diego Maradona meninggal dunia pada usia 60 tahun setelah serangan jantung pada 25 November 2020.

Foto: EPA-EFE/Enrique Garcia Medina
Banyak cara yang dilakukan fan sebagai bentuk berkabung.

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES -- Kematian Diego Maradona menyisakan duka mendalam bagi fan di seluruh dunia. Banyak cara yang mereka lakukan sebagai bentuk berkabung dan mengungkapkan rasa sedihnya.

Di Argentina, pertandingan antara Sport Club Internacional melawan mantan klub sang mendiang, Boca Juniors, ditunda sebagai bentuk penghormatan.

Dikutip dari BBC, Kamis (26/11), fan berbondong-bonding ke La Bombonera, Stadion Boca Juniors di Buenos Aires. Di sana banyak yang menangis mengenang sosok pahlawannya.

Mereka juga berkumpul di lingkungan San Andres, tempat tinggal Maradona dan tempat terakhir sang legenda menjadi pelatih klub lokal Gimnasia y Esgrima di La Plata. Di ibu kota nyanyian “Gracias Diego” menggema dan nyanyian La Mano De Dios (Tangan Tuhan) bergema di pinggiran kota.

Tak hanya di Argentina, di Stadion San Paolo, Italia, markas Napoli, fan juga berkumpul. Mereka memberikan penghormatan kepada mantan bintangnya yang mencetak 81 gol dalam 188 penampilannya bersama Napoli.

Letusan kembang api, kemeja Maradona, serta topeng wajah Maradona menghiasi tangisan fan. Maradona bukan sekadar olahragawan bagi orang Argentina tetapi ia juga ikon, pemain politik, dan bajingan yang menyenangkan. Pengaruhnya melampui Argentina.

Di Brasil, tempat Pele bersaing memperebutkan predikat pesepak bola terbaik dunia, kematian Maradona menjadi berita utama. Persaingan kedua negara dalam urusan sepak bola selalu ditimpakan kepada dua sosok legenda tersebut.

Tetapi Pele mengesampingkan persaingan tersebut ketika mendengar kabar kematian Maradona. Dia justru memberikan penghormatan sebagai sahabat baik. Pele bahkan menyampaikan pesan khusus. "Suatu hari, saya berharap, kita akan bersenang-senang bersama di surga," katanya.

Napoli juga menyampaikan pernyataan tentang kematian mantan superstarnya itu. "Semua orang menunggu kata-kata kami, tetapi kata-kata apa yang mungkin kami gunakan untuk rasa sakit seperti yang sedang kami alami?” demikian pernyataan Napoli.

Menurut Napoli saat ini waktunya menangis dan pada waktunya nanti akan ada kalimat untuk disampaikan. Napoli berduka dan syok. Kematian Maradona seperti pukulan telak bagi kota Napoli dan klub. Mereka pun menetapkan hari berkabung pada Kamis

Walikota Napoli, Luigi de Magistris, meminta agar Stadion San Paolo diganti nama untuk menghormati Maradona. Paul Elliot yang pernah melawan Maradona mengatakan Maradona memiliki bakat luhur. Dia mempunyai energi kuat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA