Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

IBL 2022 Siap Menyambut Para Pencinta Basket Tanah Air

Jumat 14 Jan 2022 06:16 WIB

Rep: Fitrianto/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Penonton duduk dengan menjaga jarak pada kegiatan simulasi kehadiran penonton saat pertandingan basket di Hall Basket Senayan, Jakarta, Jumat (7/1). Simulasi kehadiran penonton itu sebagai persiapan jelang kompetisi basket Indonesian Basketball League (IBL) 2022 di Hall Basket yang akan digelar pada 15 Januari mendatang. Republika/Putra M. Akbar

Penonton duduk dengan menjaga jarak pada kegiatan simulasi kehadiran penonton saat pertandingan basket di Hall Basket Senayan, Jakarta, Jumat (7/1). Simulasi kehadiran penonton itu sebagai persiapan jelang kompetisi basket Indonesian Basketball League (IBL) 2022 di Hall Basket yang akan digelar pada 15 Januari mendatang. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika
IBL akan dimulai besok, dengan tiket hanya bisa dibeli via daring.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah musim lalu digelar tanpa bisa ditonton langsung para penggemar basket di Tanah Air, Indonesian Basketball League (IBL) akhirnya kembali membuka pintu untuk penonton hadir langsung di tribun.  IBL Tokopedia 2022 memang bukan yang pertama menggelar liga musim ini. Proliga, Liga Voli dan liga satu sepak bola putaran dua sudah lebih dulu digelar. Namun IBL, akan menjadi liga olahraga pertama di Tanah Air yang bisa disaksikan langsung penonton di tribun pada masa pandemi ini. Proliga masih digelar secara gelembung di Padepokan Sentul, Bogor demikian halnya dengan Liga 1 yang dipusatkan di Bali.

Kesuksesan IBL menggelar liga musim lalu, yang mana protokol kesehatan dijalankan secara ketat hingga akhirnya nol kasus Covid-19. Menjadi salah satu penilaian bahwa kompetisi basket tertinggi di Tanah air ini diyakini mampu melakukan prokes ketat dengan kehadiran penonton dengan jumlah terbatas di tribun.

Untuk bisa menyaksikan langsung IBL seri pertama yang akan digelar di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta, 15-20 Januari 2022 ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi untuk bisa membeli tiket secara daring. Antara lain telah melakukan vaksinasi dua kali dan tidak memiliki komorbid. Selain itu, batas bawah usia penonton yang boleh hadir adalah enam tahun dan maksimal 65 tahun.

Jumlah penonton yang hadir juga tak bisa mengisi seluruh tribun Hall Basket. Dari kapasitas 2.400 hanya 500 orang yang bisa hadir. 

“Itu sudah termasuk undangan dan juga hanya memenuhi satu sisi dari Gedung Basket saja,” ujar Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, kemarin.

“Pembelian tiket juga hanya secara online. Jadi tidak ada penjualan on the spot,” kata dia menambahkan.

Di dalam Hall Basket juga ada beberapa aturan yang perlu ditaati penonton yakni memakai masker dan tidak makan selama berada di dalam arena. Kursi juga cukup berjarak karena Hall Basket sudah menggunakan kursi tunggal.

Kerinduan akan menonton langsung IBL dari tribun dipahami Junas. Akan tetapi, saat ini kondisi belum memungkinkan untuk membuka secara penuh.

“Untuk yang tidak kebagian tiket melalui online, jangan memaksakan diri untuk datang ke lokasi pertandingan. Pertandingan masih bisa disaksikan melalui IBL TV. Mari kita saling jaga  agar #Ligakita bisa berjalan dengan lancar dan tanpa kendala di musim ini,” ujar Junas.

"Mohon doa dan dukungan agar IBL Tokopedia 2022 bisa berjalan lancar sejak awal hingga akhir. Situasi dapat berubah sewaktu-waktu mengenai aturan pemerintah tergantung pada situasi Covid-19 di kota terkait. Karena itu, yuk kita juga terus sama-sama saling jaga," kata dia menambahkan.

Untuk mematangkan aturan main penonton di lapangan, IBL telah menggelar simulasi kehadiran penonton pekan lalu di Hall Basket, Senayan, Jakarta. Dalam simulasi ini diperlihatkan rangkaian penonton dari hadir, hingga masuk ke lapangan. Protokol kesehatan ketat sangat diterapkan untuk penonton.

Saat tiba di Hall Basket, penonton akan diarahkan ke tempat cuci tangan dan melakukan pemindaian PeduliLindungi. Hanya kategori hijau dalam aplikasi PeduliLindungi yang diperbolehkan masuk kedalam venue. Setelah itu, penonton akan diarahkan menuju pintu masuk. Di depan pintu, penonton dicek suhu.

Dalam simulasi ini, para pemangku kepentingan seperti Plt Dirjen Kesmas Kemenkes Kartini Rustandi, Kapolsek Tanah Abang Kompol Haris Kurniawan, dan  Kepala Bagian Pembinaan Operasi Polda Metro Jaya Brigjen Pol Heribertus Dahana ikut hadir.

"Secara umum sudah cukup baik, tinggal bagaimana kesadaran penonton itu sendiri memahami soal aturan di dalam lapangan. Artinya, tidak boleh makan dan minum dalam venue, masker harus selalu digunakan," ujar Junas.

General Manajer Amrtha Hangtuah Jakarta Ferri Jupry menyatakan, kehadiran penonton langsung di tribun akan lebih menghidupkan pertandingan dan juga akan memberi motivasi lebih bagi para pemain yang sedang bertanding. 

"Sudah pasti suasana pertandingan lebih hidup bisa memberi motivasi tersendiri  untuk klub dan pemain begitu juga untuk para sponsor akan lebih menarik karena brandingnya mereka di jersey klub bisa dilihat langsung oleh penonton," ujar Ferri.

Dikarenakan jumlah tiket yang masih terbatas  kata Ferri, di luar undangan keluarga klub yang mau menonton langsung mendapat perlakuan sama dengan penonton umum. "Semua klub harus membeli tiket melalui online untuk pemain atau pun keluarga karena jumlah penonton sangat dibatasi. Klub diberikan link tersendiri untuk bisa memesan tiket. Maksimal per tim per game 80 tiket," kata dia.

Ferri menilai ini hal yang menarik juga menjadi tantangan buat IBL dalam penyelenggaraan event nasional dimasa pandemi dengan diperbolehkannya ada penonton. "IBL sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan cukup matang dan berkoordinasi dengan badan-badan terkait seperti, satgas covid, pemerintah daerah dan Depkes terkait prokes yang akan diterapkan," kata dia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA