Rabu 06 Oct 2021 19:02 WIB

Chris John Taruh Harapan kepada Daud Yordan dan Ongen

Ia menyayangkan sedikitnya kegiatan tinju seiring pandemi saat ini.

Petinju Ongen Saknosiwi melakukan selebrasi usai dinyatakan menang atas petinju Filipina Marco Demecillo dalam perebutan gelar juara dunia kelas bulu 57,1 kilogram versi International Boxing Association (IBA) di Batu, Jawa Timur, Ahad (17/11/2019).
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Petinju Ongen Saknosiwi melakukan selebrasi usai dinyatakan menang atas petinju Filipina Marco Demecillo dalam perebutan gelar juara dunia kelas bulu 57,1 kilogram versi International Boxing Association (IBA) di Batu, Jawa Timur, Ahad (17/11/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, MIMIKA -- Legenda tinju Indonesia Chris John mengatakan petinju andalan Indonesia saat ini adalah Daud Yordan dan Ongen Saknasiwi. "Saat ini Indonesia masih punya Daud Yordan dan ada juga Ongen (Saknasiwi)," kata Chris saat ditemui Antara di Arena Panjat Tebing PON XX SP2 Mimika, Rabu (5/10).

Chris menyampaikan itu ketika wartawan menanyakan penilaiannya tentang petinju yang dijagokan menjadi andalan Indonesia berikutnya. Petinju asal Kalimantan Barat Daud Yordan, kata Chris, akan segera naik ring tinju lagi di Thailand.

"Daud Yordan sebentar lagi bertanding di Thailand," kata Chris.

Daud Yordan adalah juara dunia kelas ringan super versi IBA dan WBO Oriental usai mengalahkan Michael Mokoena dengan kemenangan TKO.Pria kelahiran 10 Juni 1987 itu diketahui pernah berhadapan dengan Chris dengan status sebagai penantang juara dunia tinju kelas bulu versi WBA pada 17 April 2011.

Dalam pertarungan 12 ronde kelas bulu WBA itu, Chris John meraih kemenangan mutlak dengan skor 116-112, 116-112, 117-111. Kendati pernah menjadi rival, Chris mengatakan Daud bisa menjadi andalan Indonesia untuk memenangi pertandingan tinju di Thailand.

Selanjutnya, sosom berjuluk 'The Dragon' atau Si Naga itu juga menyebut nama Ongen Saknosiwi sebagai penerus dirinya menjadi petinju andalan Indonesia. "Ongen juga masih juara di IBA," kata Chris.

Ongen telah lama tidak naik ring. Petinju asal Ambon, Maluku itu kali terakhir bertanding saat mengalahkan Marco Demecillo asal Filipina di Jatim Park 3, Kota Batu, Jawa Timur, 17 November 2019. Kemenangan tersebut sekaligus menjadikan Ongen sebagai juara dunia kelas bulu versi IBA.

Secara khusus, Wakil IV Ketua Umum Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Media dan Humas KONI Pusat itu ingin lebih banyak kejuaraan untuk diikuti oleh petinju-petinju potensial seperti Ongen. "Ya itu memang permasalahan hampir semua cabang olahraga adalah event-event pertandingan ya, jam terbang mereka yang sangat sedikit sekali. Kita memang harus memperbaiki ke depannya," kata Chris, mulai tampak berkeringat menjawab pertanyaan wartawan."Mimika panas haha," kata Chris pula.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement