Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Tersingkir dari Olimpiade, Naomi Osaka: Menyebalkan

Rabu 28 Jul 2021 08:12 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Naomi Osaka, dari Jepang, melawan Marketa Vondrousova, dari Republik Ceko, selama putaran ketiga kompetisi tenis di Olimpiade Musim Panas 2020, Selasa, 27 Juli 2021, di Tokyo, Jepang.

Naomi Osaka, dari Jepang, melawan Marketa Vondrousova, dari Republik Ceko, selama putaran ketiga kompetisi tenis di Olimpiade Musim Panas 2020, Selasa, 27 Juli 2021, di Tokyo, Jepang.

Foto: AP/Seth Wenig
Padahal osaka adalah andalan Jepang di Olimpiade.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO--Secara mengejutkan petenis tunggal putri tuan rumah, Naomi Osaka tersingkir di babak ketiga Olimpiade Tokyo dari petenis nonunggulan asal Republik Ceko, Marketa Vondrousova. Pada awalnya ia digadang-gadang bisa menyumbang medali untuk Jepang tapi nyatanya tak terjadi.

Sebelum perhelatan Olimpiade, Osaka mengalami musim panas yang aneh. Ia memenangkan gelar mayor keempatnya Februari lalu yaitu Australia Terbuka. Kemudian bermain di lapangan keras dan tanah liat di musim semi dan memenangkan Prancis tersebuka 2021 sebelum mengundurkan diri dari kompetisi demi kesehatan mentalnya.

Ia absen di Wimbledon. Sebelum Olimpiade ia mengatakan sebuah kehormatan berlaga di Olimpiade. Ia pun menegaskan akan berburu medali di lapangan favoritnya. Osaka adalah pemain unggulan dan itu jelas beban bagi seorang pemain menyandang status tersebut.

Tetapi kekalahan mengejutkan di babak ketiga Olimpiade membuatnya merasakan kekecewaan mendalam. Ia mengatakan kekalahan di laga tersebut lebih mengecewakan dari kekalahan di turnamen lain.

"Saya kecewa dengan setiap kekalahan, tetapi saya merasa yang ini lebih menyebalkan daripada yang lain," kata Osaka kepada wartawan setelah kekalahan itu dilansir dari defector, Rabu (28/7).

Sementara itu, Vondrousova merasa bangga karena bisa mengalahkan Osaka. Ia menilai Osaka bermain bagus dan yang terhebat dalam permainan. Pernyataan tersebut menunjukkan rasa empati dia kepada Osaka.

"Ini sangat menekan, saya tidak bisa membayangkannya,” katanya.

Osaka kalah straight game dengan skor 1-6, 4-6. Petenis nomor dua dunia tersebut selalu membuat kesalahan sendiri sehingga menguntungkan lawannya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA