Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Wow, Jatuh Cinta Bisa Kurangi Rasa Sakit

Jumat 15 Okt 2010 01:34 WIB

Red: Endro Yuwanto

Ilustrasi: Cinta Terlarang

Ilustrasi: Cinta Terlarang

Foto: sitekno.com

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK--Cinta itu indah dan kadang menyakitkan. Itulah ungkapan sejumlah penulis lagu romantis. Tetapi para peneliti di Amerika Serikat (AS) mengatakan, cinta sebenarnya dapat mengurangi rasa sakit.

Pengamatan terhadap otak menunjukkan bagian-bagian yang bekerja merespon rasa sakit, juga aktif ketika seseorang merasakan cinta kasih. Penelitian yang dilakukan oleh pakar dari Universitas Stanford itu difokuskan pada orang yang pertama kali jatuh cinta, seperti ditulis dalam jurnal PLoS.

Para peneliti Universitas Stanford memakai eksperimen 'gambaran resonansi fungsi magnetik' (FMRI) untuk memastikan aktivitas di sejumlah bagian yang berbeda di otak.

Peneliti memberikan rasa sakit dengan dosis sedang kepada 15 mahasiswa, sambil diteliti apakah mereka mengalihkan tatapan ke foto orang yang mereka cintai. Puluhan mahasiswa yang diteliti itu sedang menjalani sembilan bulan pertama masa pacaran, yang digambarkan sebagai fase pertama rasa cinta.

Masing-masing diminta membawa foto kekasih mereka dan gambar yang berkaitan dengan ilmu yang mereka minati.

Ketika otak mereka diamati, mereka menunjukan foto tersebut, alas panas yang dikontrol oleh komputer diletakkan di tangan mereka yang dirancang untuk memberikan rasa sakit. Peneliti menemukan, dengan melihat foto orang yang mereka cintai, persepsi rasa sakit bisa dikurangi.

Sejak lama sudah diketahui bahwa rasa cinta yang kuat berkaitan dengan aktivitas di bagian otak yang berbeda.

Salah seorang peneliti Dr Jarred Younger mengatakan, cinta menyebabkan orang tidak sakit menunjukan fungsi primitif otak, bekerja dengan cara yang sama seperti obat penghilang rasa sakit.

Ahli syaraf Paul Gilbert dari Universitas Derby mengatakan, hubungan antara keadaan emosional dan persepsi rasa sakit cukup jelas. "Satu contoh adalah pemain bola yang menderita sakit akibat cedera, tetapi bisa terus bermain karena kekuatan mental mereka," jelasnya.

sumber : ap/bbc
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA