Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Alami Ptosis di Kelopak Mata Kiri Sejak Lahir, Forest Whitaker Pilih Membiarkannya

Selasa 09 Aug 2022 18:37 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Aktor Forest Whitaker hadir di upacara pembukaan Festival Film Cannes di Cannes, Prancis, 17 Mei 2022. Whitaker mengalami kelainan bawaan ptosis di kelopak mata kirinya.

Aktor Forest Whitaker hadir di upacara pembukaan Festival Film Cannes di Cannes, Prancis, 17 Mei 2022. Whitaker mengalami kelainan bawaan ptosis di kelopak mata kirinya.

Foto: EPA-EFE/CLEMENS BILAN
Forest Whitaker mengalami ptosis sebagai bawaan lahir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Forest Whitaker telah menjalani enam dekade hidupnya dengan gangguan penglihatan karena ptosis. Kelopak mata atasnya terkulai ke bawah.

Gangguan kesehatan yang merupakan bawaan lahir itu memengaruhi kelopak mata kiri Whitaker. Aktor pemenang penghargaan Oscar dan BAFTA, yang baru-baru ini terlibat dalam serial drama TV Extrapolations, tersebut telah memutuskan untuk tidak melakukan operasi korektif pada matanya.

Baca Juga

Para ahli di Moorfields Eye Hospital menjelaskan kelopak mata bagian atas yang terkulai dapat mengganggu penglihatan dengan memengaruhi bagian atas bidang visual. Penderitanya juga bisa kesulitan mempertahankan kelopak matanya terbuka, menderita nyeri pada mata atau sakit di bagian alis akibat usaha keras menaikkan kelopak mata, dan kelelahan, terutama saat membaca.

Tak seperti kondisi Whitaker yang akibat bawaan lahir, sejumlah orang ada yang mengalaminya karena menggenakan lensa kontak jangka panjang, trauma, dan operasi katarak. Orang yang terlahir dengan ptosis cenderung memiliki kecacatan pada otot levator yang dapat mengangkat kelopak mata.

Pembedahan tidak selalu diperlukan dalam kasus ptosis. Jika memang dibutuhkan, prosedurnya melibatkan proses memperpendek otot atau tendon yang mengangkat kelopak mata.

"Otot atau tendon dapat disambungkan kembali ke kelopak mata Anda dengan cara dijahitkan dan dibenamkan ke bawah kulit," ujar para ahli, seperti dikutip dari laman Express, Selasa (9/8/2022).

Meskipun jahitannya mungkin terlihat pada kulit kelopak mata, biasanya itu akan diangkat satu pekan setelah operasi.

Kadang-kadang, kelopak mata digantungkan ke alis untuk mengangkatnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA