Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Sutradara Justice League Sebut Ray Fisher Aktor Buruk, Bantah Ancam Karier Gal Gadot

Rabu 19 Jan 2022 18:20 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Sutradara Justice League Joss Whedon sudah berulang kali mendapat tuduhan berperilaku buruk terhadap aktor-aktris yang bekerja sama dengannya.

Sutradara Justice League Joss Whedon sudah berulang kali mendapat tuduhan berperilaku buruk terhadap aktor-aktris yang bekerja sama dengannya.

Foto: EPA
Joss Whedon sangkal tuduhan tentang kelakuan buruknya terhadap Gal Gadot-Ray Fisher.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembuat film Joss Whedon secara terbuka menanggapi tuduhan Gal Gadot soal kelakuan buruknya di lokasi syuting Justice League pada 2017. Aktor Ray Fisher juga telah mengungkapkan hal serupa tentang sineas berusia 57 tahun itu.

"Saya takut dengan setiap kata yang keluar dari mulut saya," kata Whedon dalam wawancara dengan majalah New York, dilansir USA Today, Selasa (18/1/2022).

Baca Juga

Ini menandai pertama kalinya Whedon membahas tuduhan soal kelakuan buruknya selama pengambilan gambar ulang Justice League usai ditinggal Zack Snyder sebagai sutradara. Menurut majalah itu, segala sesuatunya tegang antara dia dan para bintang sejak awal.

Whedon disebut ingin memaksakan visi yang sepenuhnya baru. Dia juga memperkenalkan gaya manajemen yang jauh berbeda.

Pada Juli 2020, Fisher mengatakan bahwa perlakuan sutradara itu terhadap para pemain dan kru Justice League di lokasi syuting sangat menjijikkan, kasar, tidak profesional, dan sama sekali tidak dapat diterima. Pada April 2020, Fisher, yang memerankan Cyborg, pahlawan super kulit hitam pertama dalam film DC, mengatakan bahwa dia merasa harus menjelaskan beberapa poin paling mendasar tentang apa yang akan menyinggung komunitas kulit hitam.

Whedon menanggapi tuduhan Fisher dengan mengatakan bahwa dia memotong peran Cyborg secara drastis di Justice League karena alur cerita tidak logis. Selain itu, menurut dia, akting Fisher buruk.

Perwakilan Whedon, Fisher, dan Gadot tidak bersedia memberikan komentar. Whedon juga bersikeras bahwa percakapannya dengan Fisher ramah dan penuh hormat. Ia menyangkal semua klaim Fisher dan menganggapnya tidak perlu untuk didiskusikan lebih lanjut.

"Kita berbicara tentang kekuatan jahat. Kita berbicara tentang aktor yang buruk dalam dua hal," ujar Whedon mengenai motif Fisher.

Whedon menduga tindakan Fisher dimaksudkan untuk menodai reputasinya menjelang perilisan Zack Snyder's Justice League pada 2021. Sebelumnya, Fisher juga menuduh Whedon didukung oleh Geoff Johns dan Jon Berg, dua produser film yang menjadi eksekutif menjalankan DC Films untuk Warner Bros Pictures pada saat itu.

Fisher mengklaim kepala studio Johns, Berg, dan Toby Emmerich dari Warner Bros, dan eksekutif tinggi lainnya menyatakan keprihatinan memiliki "aktor pria kulit hitam pemarah" dalam film. Whedon kemudian melakukan revisi "cerah" setelah mengambil alih proyek itu.

Investigasi ke Warner Media dilakukan sebagai tanggapan atas klaim Fisher saat itu. Akan tetapi, tidak ada dukungan kredibel untuk klaim kebencian rasial atau ketidakpekaan rasial atau ketidakpekaan disabilitas yang ditemukan saat itu.

Menanggapi profil Whedon di majalah itu, Fisher menulis tanggapannya di Twitter. "Sepertinya Joss Whedon harus menjadi sutradara pertunangan setelah ini semua. Daripada membahas semua kebohongan dan lelucon hari ini, saya akan merayakan warisan Pendeta Dr Martin Luther King Jr," tulisnya.

Sementara itu, bintang Wonder Woman Gal Gadot juga mengaku mengalami perlakuan yang tidak pantas saat mengerjakan Justice League yang disutradarai Whedon. Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, ketegangan antara Whedon dan Gadot memuncak ketika sutradara mengancam kariernya dan meremehkan sutradara Wonder Woman Patty Jenkins.

"Saya memiliki masalah dengan (Whedon) dan Warner Bros menanganinya tepat waktu," kata Gadot dalam sebuah pernyataan kepada media.

Sebaliknya, Whedon membantah telah mengancam Gadot. "Saya tidak mengancam orang. Siapa yang melakukan itu?" ujar dia.

Whedon malah menuduh hal itu sebagai kesalahpahaman karena hambatan bahasa. "Bahasa Inggris bukan bahasa pertamanya, dan saya cenderung berbunga-bunga dalam pidato saya," kata Whedon.

Whedon juga mengingat sebuah argumen tentang adegan yang ingin dipotong Gadot. Namun, dia menjawab dengan bercanda bahwa itu tidak akan terjadi sampai Gadot mengikatnya di rel kereta api lalu  melakuan adegannya di atas mayatnya.

Sementara itu, Gadot menepis klaim Whedon soal kendala bahasa. Gadot mengatakan bahwa dia sangat memahami apa yang dikatakan Whedon.

"Saya mengerti dengan sempurna (bahasa Inggris)," ujar dia.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA