Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Sutradara The Suicide Squad Komentari Kasus Alec Baldwin

Selasa 26 Oct 2021 11:28 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Qommarria Rostanti

Aktor Alec Baldwin (kiri).

Aktor Alec Baldwin (kiri).

Foto: EPA-EFE/ALEC TABAK
Insiden penembakan senjata properti di lokasi syuting telah terjadi sejak 1915.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Sutradara Hollywood, James Gunn, memberikan komentar terhadap insiden penembakan di lokasi syuting film Rust yang melibatkan aktor Alec Baldwin. Insiden itu memberikan berbagai respons perdebatan mengenai senjata properti dan keamanannya di lokasi syuting. 

Melalui akun Twitter-nya, dia mencicitkan tanggapan terhadap sebuah artikel milik LA Times yang dirilis pada Senin (25/10). Artikel itu membahas banyak kematian yang disebabkan oleh senjata properti sepanjang sejarah. 

Sutradara film The Suicide Squad ini mengatakan, diskusi mengenai senjata api di lokasi syuting memang berharga. Namun, menurutnya itu akan mengaburkan inti dari permasalah mengenai keamanan dan keselamatan yang lebih besar. 

“Ketakutan saya adalah sekarang tidak jelas membahas banyak cara lusinan meninggal atau terluka parah di set film karena tidak bertanggung jawab, mengabaikan protokol keselamatan, kepemimpinan yang tidak tepat, dan budaya terburu-buru tanpa berpikir,” ujar Gunn, seperti dilansir di laman Screen Rant, Selasa (26/10). 

Gunn berpikir, insiden terkait senjata hanyalah yang terbaru dari pokok permasalahan yang krusial pada cara para pekerja film bekerja di lokasi syuting film. Menurut dia, diabaikannya keselamatan dan keamanan properti di set membuat para pekerja film terancam. 

Kekhawatiran Gunn tentang hal itu, valid. Sejarah penembakan senjata properti di lokasi syuting telah terjadi sejak 1915. Saat itu, seseorang  ditembak dan terbunuh secara tidak sengaja di lokasi syuting The Captive karya Cecil B DeMille. Masih banyak lagi kasus kematian dan kematian yang parah, serta cedera yang disebabkan oleh budaya film dan TV yang terburu-buru dan tidak aman.

Sebelumnya, mantan bintang "Batwoman", Ruby Rose, menuduh Warner Bros Television menciptakan lingkungan kerja yang tidak aman. Pada pekan lalu, Rose mengeklaim terluka parah di lokasi syuting "Batwoman", dan pemeran pengganti dilumpuhkan dan dibakar selama pekerjaan aksi.

Associated Press memperkirakan, setidaknya ada 43 orang telah tewas di lokasi syuting di AS sejak 1990. Lebih dari 150 orang menderita luka yang mengubah hidup. Frekuensinya yang mengkhawatirkan membuktikan poin Gunn tentang kematian terkait senjata di industri film hanyalah puncak gunung es yang mengkhawatirkan.

Pada peraturan keselamatan resmi untuk set film Hollywood, disebutkan mengenai senjata properti. Aturan itu termasuk instruksi untuk tidak pernah mengarahkan senjata api ke siapa pun di lokasi syuting kecuali disuruh.

Namun, seperti yang telah Gunn peringatkan, budaya terburu-buru dan mengejar tenggat waktu di Hollywood sering kali dapat menyebabkan pedoman keselamatan diabaikan atau diabaikan sama sekali.

Sinematografer Halyna Hutchins meninggal dunia akibat tembakan senjata properti yang dilakukan oleh aktor sekaligus produser dari film Rust, Alec Baldwin, pada Kamis (21/10). Sutradara Joel Souza ikut terluka dalam insiden itu. 

Setelah kematian Hutchins, muncul laporan anggota kru di lokasi Rust telah menyuarakan keprihatinan seputar kondisi yang tidak aman, di tengah pembicaraan tentang pemogokan keselamatan pekerja. Sampai saat ini, bagaimana insiden itu terjadi belum dikonfirmasi, dan penyelidikan atas tragedi itu sedang berlangsung.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA