Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Menggali Sisa Peradaban di Situs Purba Pra-Majapahit

Selasa 19 Mar 2019 13:11 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Karta Raharja Ucu

Tim Arkeolog Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan menemukan arung di sekitar situs Desa Sekaran, Sekarpuro, Pakis, Kabupaten  Malang.

Tim Arkeolog Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan menemukan arung di sekitar situs Desa Sekaran, Sekarpuro, Pakis, Kabupaten Malang.

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Situs purbakala yang ditemukan bukan berupa candi, tapi sebuah permukiman.

Permukiman ini dalam pandangan arkeolog dari Universitas Negeri Malang Dwi Cahyono mulai berkembang di masa Mpu Sindok, Kerajaan Medang. Analisis itu didasarkan pada nama Desa Sekarpuro yang memiliki unsur sebutan pura di dalamnya yang dalam bahasa Jawa kuno dikenal dengan kata puro. Di sekitarnya juga terdapat empat dusun atau desa lainnya yang memiliki unsur pura atau purodi dalam katanya.

Sekarpuro di sebelah utara, Madyo puro unsur sebutan madya berarti berada di tengah. Kemudian, ada Lesanpuro di selatan dan Ngadipuro di timurnya Madyopuro, kata Dwi.

Kata puro atau pura dalam bahasa jawa kuno sendiri artinya kota. Kata puri yang kini dikenal sebagai makna permukiman justru berarti bangunan suci di masa lampau.

Berdasarkan analisis bahasa tersebut, Dwi berpendapat, desa yang mengandung kata pura atau puro jelas memiliki makna permukiman. "Area permukiman, ini kalau ngomong peradaban. Pertanyaan nya, apakah daerah ini punya perjalanan sejarah sebagai area peradaban atau budaya lama-lama?" kata Dwi.

photo

TEMUAN SITUS MAJAPAHIT: Lokasi penemuan situs peninggalan Kerajaan Majapahit di Sekarpuro, Pakis, Kabupaten Malang. Reruntuhan purbakala ini berada di atas lahan proyek tol Pandaan-Malang.

Dwi memperkirakan, dusun-dusun tersebut setidaknya pernah menjadi tempat penting di peme rin tahan Mpu Sindok, Kerajaan Medang. Sebab, di masa tersebut diketahui terdapat beberapa watak yang berarti suatu tempat yang secara administrasi di bawah kendali raja. Watak biasanya dipimpin seorang rakai.

Di era Mpu Sindok, kata Dwi, terdapat watak bernama Tugaran yang saat ini dikenal dengan sebutan Tegaron. Lokasi ini berada di Lesanpuro atau sebelah selatannya Madyopuro, Kota Malang. Hal ini menggambarkan begitu banyak desa yang berada di bawah naungan Watak Tugaran. Menurut Dwi, peradaban mulai menguat di era Mpu Sindok atau paruh pertama abad 10.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA