Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Menggali Sisa Peradaban di Situs Purba Pra-Majapahit

Selasa 19 Mar 2019 13:11 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Karta Raharja Ucu

Tim Arkeolog Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan menemukan arung di sekitar situs Desa Sekaran, Sekarpuro, Pakis, Kabupaten  Malang.

Tim Arkeolog Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan menemukan arung di sekitar situs Desa Sekaran, Sekarpuro, Pakis, Kabupaten Malang.

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Situs purbakala yang ditemukan bukan berupa candi, tapi sebuah permukiman.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Fakta baru ditemukan di situs purbakala di Desa Sekaran, Sekarpuro, Pakis, Kabupaten Malang, setelah melalui serangkaian proses ekskavasi. Tim arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan meyakini bahwa situs purbakala tersebut bukan sebuah candi, melainkan sebuah permukiman di era pra-Majapahit.

Ketua Tim Arkeolog BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho, mengatakan, temuan bata di lahan tersebut bukan jenis candi. Tumpukan bata merah tersebut merupakan sebuah kompleks bangunan. Wicaksono mengaku, sempat menduga temuan ini berupa bangunan besar yang menyambung menjadi satu. Tapi, setelah ditelusuri, temuan tersebut sudah merujuk pada satu titik terang.

Sekarang makin jelas, di sana (depan) ada pintu gerbang, lalu ada latar, trap (anak tangga) terus masuk ada bangunan yang ada di tengah. "Bangunan ini menghadap Gunung Semeru dan membelakangi Gunung Kawi," kata dia saat ditemui Republika di lokasi penggalian, Senin (18/3).

Wicaksono sebelumnya meyakini situs tersebut berdiri sejak era Kerajaan Majapahit. Menurut dia, penilaian bata Majapahit serupa dengan analogi dalam membedakan antara motor Honda dan Yamaha. "Mereka bentuknya beda kan? Begitu juga dengan bata," kata Wicak, saat itu.

Dari sisi struktur dinding dan atap bangunan, Wicaksono mengatakan, kemungkinan berbahan kayu dan ijuk. Hal ini diungkapkan mengingat tim tidak menemukan pecahan genteng di lahan temuan.

"Tidak ada temuan genteng, seperti bangunan Majapahit lainnya. Kalau runtuh, pasti banyak peninggalaannya, tapi di sini kita tidak tahu apa bentuk dan berapa jumlahnya. Jadi, kita memperkirakan tiangnya dari kayu, dinding kayu, dan atapnya kayu ijuk," ujar dia.

Wicaksono menambahkan, jumlah temuan serpihan benda ber sejarah di atas lahan situs relatif minim apa bila dibandingkan dengan lokasi bersejarah lainnya. "Ini aneh. Ada cuma beberapa, tapi tidak signifikan (jumlahnya), tidak sebanyak menggali di lahan situs Trowulan," kata dia.

Di sebelah barat situs, kata Wicaksono, ditemukan beberapa pecahan tembikar dan porselen. Temuan juga ditemukan di sebelah selatan situs dan garis tengah lahan penggalian. Secara keseluruhan, terdapat lima sampai enam jenis pecahan tembikar yang paling banyak ditemukan di sisi barat situs.

photo

TEMUAN SITUS MAJAPAHIT: Lokasi penemuan situs peninggalan Kerajaan Majapahit di Sekarpuro, Pakis, Kabupaten Malang. Reruntuhan purbakala ini berada di atas lahan proyek tol Pandaan-Malang.

Di sebelah timur situs, ditemukan pula struktur bangunan kecil yang agak berbeda. Penilaian ini berdasarkan teknologi pengerjaan batanya yang agak dimiringkan.

Ketua BPCB Trowulan, Andi Muhammad Said, mengatakan, BPCB terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat setempat untuk tidak mengambil apa pun di lokasi ditemukannya situs ini. Pendataan kepemilikan benda-benda peninggalan yang ditemukan di sekitar situs juga terus dilakukan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA