Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Tradisi Buka Pintu Sambut Tahun Baru Imlek

Selasa 05 Feb 2019 08:05 WIB

Red: Ani Nursalikah

Penjual pernak-pernik Imlek di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Senin (4/2).

Penjual pernak-pernik Imlek di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Senin (4/2).

Foto: Republika/Mimi Kartika
Warga keturunan Cina di Bangka Belitung juga melakukan tradisi bersih rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, MUNTOK -- Sejumlah warga keturunan Cina di Muntok, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih memegang tradisi membuka pintu malam hari menyambut pergantian tahun baru Imlek. "Tradisi buka pintu lebar-lebar tepat pada saat tengah malam pergantian tahun merupakan sebuah simbol harapan akan datangnya berkah," kata pemerhati budaya Cina Bangka, Suwito Wu di Muntok, Selasa (5/2).

Selain membuka pintu lebar-lebar, warga yang merayakan Imlek juga tidak tidur menunggu hingga lewat pukul 24.00 WIB. Menurut dia, tradisi itu dimaksudkan karena pada saat pergantian hari tepat tengah malam adalah saat tepat menyambut berkah masuk ke dalam rumah. Selain tradisi itu, katanya, menjelang pergantian tahun, mereka juga melakukan kebiasaan sembahyang yang dipanjatkan untuk para leluhur dengan mengambil waktu tepat satu hari sebelum Imlek.

Bersembahyang leluhur pada malam sehari sebelum tahun baru Imlek biasa disebut "sam sip am pu". Pada tahun baru, setelah bersembahyang leluhur, orang-orang Cina yang beragama Konghucu akan bersembahyang kepada Tuhan dan dewa dewi di tepekong, kelenteng, atau vihara.

Sembahyang itu merupakan momentum mengenang budi orang tua dan pendahulu yang telah meniggalkan alam fana. Orang Cina yang beragama tradisional percaya leluhur yang telah meninggal masih ada rohnya yang selalu menjaga anak cucu seperti kala mereka masih hidup.

Sembahyang leluhur saat menjelang Imlek tidak dilakukan dengan berziarah ke makam, tetapi cukup di depan pintu utama rumah atau altar pemujaan leluhur. Selain kebiasaan itu, warga juga memiliki tradisi membersihkan rumah dan lantai dapur pada saat menjelang Imlek.

"Sapu lama harus dibuang di sudut jalan dan harus mengganti dengan sapu baru yang boleh dipakai di hari kedua Imlek," katanya.

Dalam tradisi bersih rumah, mereka juga masih memegang teguh saat hari tahun baru Imlek tiba, kondisi rumah sudah harus dalam keadaan bersih dan rapi dan pantang untuk menyapu lantai. "Saat tahun baru Imlek tiba, orang Cina di Bangka harus memastikan semua utang-piutang sudah lunas," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA