Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Jakarta Kota Maksiat? Masih Banyak Taman-Taman Surga

Ahad 08 April 2018 09:09 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Ratusan jamaah menghadiri pengajian

Ratusan jamaah menghadiri pengajian

Foto: Zuli Istiqomah/Republika
Sejumlah majelis taklim yang rutin didatang ribuan jamaah tetap lestari di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Alwi Shahab

Siapa bilang Jakarta kota maksiat? Cobalah lihat bagaimana maraknya majelis taklim dan pengajian di ibu kota. Seperti di Majelis Taklim Kwitang, Jakarta Pusat, tiap Ahad pagi didatangi ribuan jamaah dari berbagai tempat di Jadebotabek guna mendapatkan siraman rohani. Majelis yang dibangun almarhum Habib Ali Alhabsji ini sudah berusia hampir satu abad. Itu merupakan salah satu majelis taklim tertua di Jakarta. Demikian pula di Majelis Taklim Asyafiiyah, Bali Matraman, Jakarta Selatan, hampir tidak kalah banyaknya kaum Muslimin dan Muslimat yang memadati pengajian yang dipimpin KH Abdul Rasyid AS.

Hal yang sama juga terlihat di Majelis Taklim Attahiriyah, Jl Kampung Melayu Besar, Jakarta Selatan, yang dibangun tokoh ulama Betawi, almarhum KH Tohir Rohili. Tentu saja masih banyak lagi majelis taklim yang digelar tiap hari libur, baik pagi, siang, maupun malam. Di Majelis Taklim Rahmatan Lilalamin pimpinan Ustadz Husein Alatas, ratusan jamaahnya sebagian besar para mahasiswa. Pada waktu bersamaan Ustaz Muhammad Arifin Ilham (33) Ahad pertama tiap bulan majelis zikirnya menyedot ribuan jamaah.

Majelis zikir ini berlangsung di kediaman ulama yang tengah naik daun ini. Tempatnya di Perumahan Mampang Indah II Depok. Para pesertanya yang mengenakan busana putih-putih bukan hanya berdatangan dari Depok, juga dari Sukabumi, Cianjur, Bandung, dan Semarang. Bahkan, ada yang datang dari Banjarmasin. Di majelis ini para peserta yang hanyut dalam zikir tidak dapat menahan air matanya dan isak tangisnya saat berzikir kepada Allah.

Di majelis-majelis taklim di atas, para pesertanya juga termasuk para pengusaha dan kaum selebritas yang haus untuk menimba ilmu agama. Mereka mendatangi majelis-majelis taklim untuk memenuhi anjuran Rasulullah.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah telah bersabda: ”Apabila kalian melewati taman-taman surga maka bersimpuhlah. Para sahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan taman-taman surga itu? Majelis-majelis zikir (taklim).”

Khusus di Majelis Taklim Kwitang, Asyafiiyah, dan Attahiriyah, boleh dikata berinduk dari Habib Ali Alhabsji. Tidak heran kalau pada ketiga majelis taklim ini yang menjadi rujukannya antara lain An-Nasaih Ad-Dinniyah karangan Habib Abdullah Alhadad, sufi pencipta ratib Hadad.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA