Kamis 22 Feb 2024 21:50 WIB

Allah Mencintai Hamba yang Rajin Mengucapkan Istighfar

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat.

Rep: Mgrol150/ Red: Muhammad Hafil
Bertaubat. Ilustrasi
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Bertaubat. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Umat muslim di seluruh dunia mengamalkan hal – hal yang baik demi mengharap ridha surganya Allah SWT. Terdapat amalan – amalan yang dicintai Allah SWT yang dilakukan hambanya. Sebagai muslim yang beriman wajib bagi semua orang untuk mencintai Allah SWT dengan cara rajin mengucapkan istigfar.

“Rajin istigfar dan menghindarkan diri dari maksiat, itu jawaban quran langsung supaya mendapatkan cinta Allah. Kalau mau latihan istigfar yang enak lakukan sebelum subuh sampai cirinya istigfar itu bisa reflek keluar di lisan kita dalam setiap keadaan nanti tiba – tiba mau minum bisa istigfar, mau makan bisa istigfar. Kalau sudah lekat dengan itu tanpa terasa ada penjagaan Allah kepada kita dari perbuatan maksiat,” kata Ustadz Adi Hidayat, dikutip dari akun Youtube pribadinya, Adi Hidayat Official, Kamis (22/02/2024).

Baca Juga

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, bahwa ketika tercipta kondisi tersebut itu tandanya Allah SWT sedang mencintai kita. Karena ciri pertama ketika Allah sedang mencintai seorang hamba adalah menutup semua dosanya dan menjaga dia dari perbuatan maksiat seperti yang tertuang pada surat Ali-Imran ayat 31:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Hal ini juga dijelaskan pada surat Al Baqarah ayat 222:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

“Kalau istigfar sudah rutin dilakukan dalam diri, maka yang paling dahsyat itu bahkan bisa menghadirkan nikmat Allah sebelum menjalani kebutuhannya contohnya seperti, perkara rezeki pun Allah sudah siapkan sampai ke titik itu,” kata Ustadz Adi Hidayat. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement