Ahad 18 Feb 2024 12:18 WIB

Jembrana Bali Diguncang Gempa, Dampaknya Dirasakan Hingga Banyuwangi

Tercatat sebanyak 15 gempa susulan di Jembrana Bali

Gempa. Ilustrasi. Tercatat sebanyak 15 gempa susulan di Jembrana Bali
Foto: Reuters
Gempa. Ilustrasi. Tercatat sebanyak 15 gempa susulan di Jembrana Bali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik mengguncang wilayah Jembrana, Bali, hingga Banyuwangi, Jawa Timur, dan sekitarnya bermagnitudo 4,1 pada Ahad (18/2/2024) pagi.

"Episenter terletak pada koordinat 8,38 derajat Lintang Selatan dan 114,49 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 12 kilometer barat Jembrana pada kedalaman 10 kilometer" kata Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Daryono di Jakarta, Ahad.

Baca Juga

Dia menjelaskan gempa bumi tersebut menimbulkan guncangan di daerah Banyuwangi dan Jembrana dan sekitarnya dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu.

Analisa BMKG mendapati gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal yang timbul akibat aktivitas sesar lokal wilayah setempat.

"Sejak pukul 07.45 WIB BMKG mencatat adanya 15 kali gempa susulan, bermagnitudo 2,9," kata Daryono.

Meski demikian dia memastikan berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Terlepas dari itu, lanjutnya, BMKG tetap mengimbau masyarakat setempat supaya lebih waspada, tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu terkait gempa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu Daryono juga mengharapkan masyarakat untuk memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran yang membahayakan kestabilan bangunan, supaya aman dari potensi runtuhnya bangunan diakibatkan oleh gempa.

Baca juga: 10 Cara Keluar dari Kesulitan Masalah Hidup Menurut Alquran dan Hadits 

Sesuai data dari BMKG, potensi gempa ini cukup kuat, sehingga masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang. Gempa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Indonesia berada di wilayah yang aktif secara geologis.

“Kita semua harus selalu siap dengan kemungkinan terjadinya gempa bumi. Penting bagi kita untuk mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi dan selalu memastikan bahwa kita melakukan segala upaya untuk menjaga keamanan dan keselamatan diri kita dan orang-orang di sekitar kita,” kata dia. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement