Senin 12 Feb 2024 09:43 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Hari Pencoblosan Pemilu

IHSG akan bergerak terbatas cenderung menguat karena pelaku pasarwait and see.

Pekerja berada didekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024).
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja berada didekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, diperkirakan bergerak menguat terbatas menjelang hari pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024.

IHSG dibuka menguat 33,18 poin atau 0,46 persen ke posisi 7.268,33.Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 7,27 poin atau 0,74 persen ke posisi 990,41.

Baca Juga

"IHSG akan bergerak terbatas cenderung menguat karena pelaku pasar diperkirakan masih wait and see di tengah Pemilu 2024," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (12/2/2024).

Dari dalam negeri, pada Selasa (13/2) akan ada rilis Bank Indonesia (BI) mengenai Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia periode Januari 2024, serta pada Rabu (14/2) ditetapkan sebagai hari libur nasional dalam rangka Pemilu 2024.

Secara historis, pada Pemilu tahun-tahun sebelumnya IHSG selalu naik. Pada Pemilu 2009 IHSG naik 8,30 persen, pada Pemilu 2014 IHSG menguat 2,54 persen, dan Pemilu 2019 IHSG hanya naik 0,48 persen.

Pasar keuangan Indonesia akan kembali buka pada Kamis (15/2/2024), dimana akan terdapat rilis neraca perdagangan Indonesia periode Januari 2024, serta pertumbuhan ekspor dan impor Indonesia periode Januari 2024.

Dari mancanegara pada Selasa (13/2/2024) akan ada rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) atau data inflasi Amerika Serikat (AS) periode Januari 2024, dan pada Kamis (15/2/2024), akan ada rilis laporan bulanan IEA, klaim pengangguran awal dan berkelanjutan, penjualan ritel periode Januari 2024, serta Indeks Harga Ekspor dan Impor periode yang sama. Selain itu dalam rangka membaca arah kebijakan The Fed, data penjualan ritel AS pada Januari 2024 juga akan memainkan peran penting.

Dari China masih akan sepi sentimen pada pekan ini, dikarenakan China tengah merayakan Tahun Baru Imlek 2024, dengan hari libur umum mencapai delapan hari dari Tahun Baru Imlek hingga hari ke-8 tahun baru kalender lunar.

Sementara itu, bursa saham AS Wall Street yaitu indeks Dow Jones melemah 0,14 persen ke posisi 38.671,69. Indeks S&P menguat 0,57 persen dan melanjutkan rekor tertingginya dalam sejarah ke posisi 5.026,61 sementara indeks Nasdaq naik 1,25 persen ke posisi 15.990,66. Dalam sepekan, S&P 500 menguat 1,4 persen, Nasdaq mengalami kenaikan 2,3 persen. Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei (Jepang), Indeks Hang Seng (Hingga Kong) , Indeks Shanghai (China) , dan indeks Straits Times (Singapura) libur memperingati Hari Raya Imlek 2575 Kongzili.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement