Selasa 09 Jan 2024 18:18 WIB

Riau Banjir, BPBD Distribusikan 10 Tenda untuk Pengungsi

Pemerintah Riau juga memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah titik.

Seorang warga membuat penghalang jalan yang terendam banjir di Dumai, Riau, Senin (25/12/2023). Hujan deras pada Minggu malam (24/12) hingga Senin pagi bersamaan dengan pasang air laut menyebabkan pemukiman, pertokoan, rumah ibadah dan perkantoran di tiga kecamatan dilanda banjir setinggi 40 sentimeter.
Foto: Antara/Aswaddy Hamid
Seorang warga membuat penghalang jalan yang terendam banjir di Dumai, Riau, Senin (25/12/2023). Hujan deras pada Minggu malam (24/12) hingga Senin pagi bersamaan dengan pasang air laut menyebabkan pemukiman, pertokoan, rumah ibadah dan perkantoran di tiga kecamatan dilanda banjir setinggi 40 sentimeter.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mendistribusikan 10 unit tenda bagi 1.119 orang pengungsi terdampak banjir di sejumlah daerah.

"Tenda pengungsi untuk korban banjir sudah kita dirikan di beberapa titik di Pasir Pangaraian dan Kapenuhan, Kabupaten Rokan Hulu," kata Kepala Pelaksana BPBD Riau, M Edy Afrizal, di Pekanbaru, Selasa (9/1/2024).

Baca Juga

Berikutnya, tenda di Desa Kualu, Kecamatan Tambang dan Desa Buluh Cina, Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Selain bantuan tenda dari BPBD Provinsi Riau, juga ada bantuan serupa dari BPBD setempat. Ada warga yang memilih bertahan di rumah atau mengungsi ke rumah keluarga.

Pemerintah Riau juga memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah titik, di samping juga mendirikan dapur umum untuk memudahkan warga terdampak banjir memasak keperluan mereka. "Sepuluh dari 12 kabupaten kota di Riau kini dilanda banjir akibat curah hujan, disamping juga dipicu oleh pintu pelimpah PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar," katanya.

Iya menyebut secara keseluruhan sebanyak 99.812 jiwa atau 24.268 KK di 192 desa di 43 kecamatan di 10 kabupaten kota di Riau terdampak banjir.

Gubernur Riau Edy Natar Nasution meminta pemerintah kabupaten dan kota tetap memantau kondisi terkini di lapangan dan menyebarkan informasi peringatan dini.

Edy mengatakan orang tua harus mengawasi aktivitas anak-anak di lokasi terdampak banjir. Pemkab dan pemkot menyiapkan tempat pengungsian dan evakuasi kelompok rentan serta mendirikan dapur umum dan posko pelayanan kesehatan.

"Kemudian, menyiapkan dan mendistribusikan kebutuhan logistik pangan, sandang, menyiagakan peralatan kebencanaan, pompa, perahu, life jacket, tenda, dan kendaraan operasional. Dinas PUPR Provinsi Riau agar menyiagakan alat berat di lokasi rawan banjir atau longsor," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement