Rabu 13 Dec 2023 18:37 WIB

Jokowi: BLT El Nino Dorong Daya Beli Masyarakat

Penyaluran bantuan tersebut akan dilanjutkan pemerintah pada 2024.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ahmad Fikri Noor
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) El Nino kepada sejumlah penerima manfaat di Kantor Pos Pekalongan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (13/12/2023).
Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) El Nino kepada sejumlah penerima manfaat di Kantor Pos Pekalongan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (13/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) El Nino kepada sejumlah penerima manfaat di Kantor Pos Pekalongan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (13/12/2023). Jokowi menyampaikan, BLT El Nino merupakan bantuan dari pemerintah untuk membantu daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga akibat kekeringan.

“Karena panasnya panjang sehingga harga kebutuhan pokok ada yang naik utamanya beras itu ditutup dengan ini,” ujar Jokowi, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.

Baca Juga

Jokowi juga menekankan agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memenuhi kebutuhan gizi.

“Mau dipakai untuk apa? Yang paling penting untuk gizi anak, gizi keluarga,” ucapnya saat berdialog dengan para penerima manfaat.

Selain itu, Jokowi juga memastikan bahwa penerima manfaat yang hadir saat itu juga merupakan penerima bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) yang penyalurannya sudah dimulai sejak September 2023.

“Ini juga penerima beras? 10 kilogram setiap bulan? Yang Desember sudah diterima? Berarti September, Oktober, November, ditambah Desember empat kali sudah?” tanya Jokowi.

“Sudah,” jawab para penerima manfaat.

Jokowi menyampaikan, penyaluran bantuan tersebut akan dilanjutkan pemerintah pada 2024 untuk periode Januari, Februari, Maret. Selain itu, ia menyebut bahwa bantuan serupa juga akan ditambah untuk periode bulan selanjutnya.

“Nanti kalau anggaran APBN itu masih ada, ditambah lagi April, Mei, Juni,” ujar Jokowi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement