Kamis 26 Oct 2023 12:24 WIB

Kisah Wanita Menghancurkan Ahli Ibadah

Utsman bin Affan bercerita tentang wanita yang menggoda ahli ibadah.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi ahli ibadah.
Foto: EPA-EFE/SHAHZAIB AKBER
Ilustrasi ahli ibadah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Utsman bin Affan Radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa khamar adalah sumber segala keburukan. Khamar adalah sejenis minuman yang sifatnya candu dan memabukkan, di zaman sekarang khamar bisa disebut minuman keras atau minuman beralkohol yang memabukan. 

Utsman bin Affan Radhiyallahu 'anhu berkata, "Jauhilah khamar oleh kalian. Sebab khamar adalah sumber dari segala keburukan." 

Baca Juga

Utsman bin Affan kemudian bercerita, "Pernah ada seorang lelaki ahli ibadah yang hidup sebelum kalian. Lalu seorang wanita jahat tertarik kepadanya. Wanita tersebut mengirim budak perempuannya kepada lelaki itu." 

"Budak perempuan itu berkata bahwa sesungguhnya tuanku memanggil kamu untuk melakukan kesaksian. Lelaki (ahli ibadah) itu pun pergi bersama budak perempuan tersebut. Setiap kali mereka memasuki pintu, budak perempuan tersebut mengunci pintu itu. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang wanita cantik. Di sampingnya ada seorang anak dan satu wadah besar berisi khamar."

"Wanita (tuan si budak) itu mengatakan Demi Allah, aku meminta kamu ke sini bukan untuk melakukan kesaksian, tetapi agar kamu menyetubuhiku, meminum segelas khamar atau membunuh anak ini."

"Lelaki (ahli ibadah) itu mengatakan, berikan saja aku segelas khamar."

"Wanita cantik itu pun memberinya segelas khamar. Lalu lelaki (ahli ibadah) itu kembali mengatakan tambahkan lagi (khamarnya). Tidak lama kemudian lelaki itu mabuk, kemudian menyetubuhi wanita itu, dan membunuh anak tersebut." 

"Karena itu, jauhilah khamar oleh kalian. Demi Allah, sungguh keimanan dan kecanduan khamar tidak akan bersatu sampai salah satunya saling menghilangkan yang lain."

Kisah tersebut dilansir dari buku 150 Kisah Utsman bin Affan yang ditulis Ahmad Abdul Al Al-Thahthawi yang disunting, diterjemahkan dan diterbitkan kembali PT Mizan Pustaka, 2016. 

Berdasarkan kisah ahli ibadah yang berbuat zina dan membunuh karena mabuk oleh khamar, dapat diambil pelajaran bahwa sesuatu yang memabukan itu bisa jadi sumber segala keburukan. Sebab saat seseorang mabuk, kesadarannya akan hilang dan tidak bisa membuat pertimbangan, bahkan tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement