Kamis 05 Oct 2023 12:39 WIB

Sejauh Mana Suami Istri Boleh Saling Menyimpan Privasi dalam Islam?

Hubungan suami istri hendaknya dilandasi atas dasar kepercayaan dan kejujuran.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Suami Istri
Foto: dok. Republika
Ilustrasi Suami Istri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap manusia memiliki hak untuk menjaga privasinya tersendiri. Namun dalam hubungan suami istri, sejauh mana privasi dapat disimpan dari pasangannya?

Dilansir di About Islam, Kamis (5/10/2023), hubungan suami istri hendaknya dilandasi atas dasar kepercayaan, kesetiaan, dan kejujuran. Pasangan suami-istri hendaknya berupaya semaksimal mungkin menjaga rasa saling percaya. Keraguan dan kecurigaan yang tidak berdasar tidak boleh menghancurkan kehidupan keluarga dan membawanya ke pengadilan inkuisisi.

Baca Juga

Akan tetapi, jika terdapat keraguan yang nyata terhadap perilaku moral pasangan, maka suami dan istri sama-sama berhak mengetahui lebih detail tentang pertemuan, percakapan, surat menyurat, dan hubungan satu sama lain.

"Hubungan suami-istri merupakan hubungan yang unik. Tidak ada hubungan lain yang begitu dekat dan intim. Suami dan istri tidak boleh hanya menjadi pasangan satu sama lain," kata Mantan presiden Dewan Fiqih Amerika Utara Muzammil H. Siddiqi.

Mereka harus menjadi sahabat terbaik, rekan terbaik, dan segala hal lain yang dapat memungkinkan dalam hubungan suami istri. Suami istri adalah mereka yang berbagi suka dan duka, kesuksesan dan kegagalan, kebahagiaan dan kesedihan.

"Orang terakhir yang kamu lihat sebelum kamu tidur adalah pasanganmu dan orang pertama yang kamu lihat ketika kamu bangun adalah pasanganmu. Anda berbagi kehidupan satu sama lain, setiap hari selama bertahun-tahun, dan sering kali, mereka melakukannya sampai maut memisahkan," kata dia.  

Gambaran hubungan suami istri dalam Alquran...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement