Ahad 10 Sep 2023 23:10 WIB

Alasan di Balik Kewajiban Manusia untuk Beribadah

Barang siapa yang menjalankan ibadah, maka ia berhak mendapatkan keba­hagiaan.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Mimbar Masjid Quba di Madinah, Arab Saudi menjelang waktu sholat Dzuhur, Sabtu (15/7/2023).
Foto: Republika/Fuji Eka Permana
Mimbar Masjid Quba di Madinah, Arab Saudi menjelang waktu sholat Dzuhur, Sabtu (15/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Allah SWT mewajibkan ibadah bagi umat manusia karena ada alasan yang terbaik bagi manusia. Hukum diwajibkannya ibadah demi kebaikan manusia agar mereka masuk surga.

Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menjelaskan bahwa Allah SWT telah mengetahui manusia kurang semangat dalam menjalankan ibadah. Maka Allah SWT mewajibkan ibadah agar ditaati manusia, supaya manusia masuk surga karena ditarik oleh rantai kewajiban (ibadah wajib) dari-Nya.

Baca Juga

"Allah SWT mengetahui para hamba yang kurang semangat dalam bermuamalah sesuai perintah-Nya. Sehingga, Dia mewajibkan mereka menaati-Nya, kemudian menarik mereka dengan rantai kewajiban. Allah SWT takjub terhadap kaum yang digiring menuju surga dengan rantai itu." (Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari, Al-Hikam)

Penyusun dan Penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati dalam buku Kitab Al-Hikam dan Penjelasannya yang diterbitkan penerbit Noktah tahun 2017 menjelaskan maksud Syekh Athaillah mengenai Allah SWT takjub terhadap kaum yang digiring menuju surga dengan rantai kewajiban.

Allah SWT Maha Mengetahui para hamba-Nya yang sering hanyut dalam rayuan nafsu. Sehingga mereka bermalas-malasan dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya. Padahal, ibadah adalah konsekuensi yang harus dijalankan sebagai bukti ubudiyah mereka kepada Sang Khaliq. Selain itu, ibadah merupakan bentuk ketundukan diri terhadap sifat rububiyah-Nya.

Nafsu memang...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement