Senin 31 Jul 2023 03:28 WIB

Elektabilitas Anies Naik Menurut Utting Research, Pengamat: Tiga Capres Punya Peluang Sama

Elektabilitas Anies Baswedan menurut survei Utting Research sebesar 27 persen.

Rep: Fauziah Mursid, Antara/ Red: Andri Saubani
Bakal calon presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Bakal calon presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Elektabilitas bakal calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan merangkak naik mendekati Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto berdasarkan survei lembaga riset berbasis di Australia, Utting Research. Ganjar Pranowo sebesar 34 persen, disusul Prabowo Subianto dengan 33 persen dan Anies Baswedan 27 persen.

Pengamat politik dari lembaga Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, temuan tersebut secara umum tidak jauh berbeda dengan situasi saat ini. Menurutnya, ketiga capres sama-sama memiliki peluang untuk menang di Pilpres 2024. 

Baca Juga

"Ini karena tiga tokoh dominan belum miliki basis pemilih loyal yang bisa membuat mereka meyakini akan menang," ujar Dedi dalam keterangannya, Ahad (30/7/2023).

Dedi mengatakan, tidak ada satu bacapres yang sedemikian hebat sehingga paling berpeluang menang, baik Ganjar, Prabowo maupun Anies. Dalam catatan IPO, pemilih loyal Ganjar sangat minim, karena didominasi oleh pemilih PDIP dan Jokowi. 

Menurutnya, jika situasi berubah dan Jokowi mengarah ke Prabowo, maka pemilihnya bisa dipastikan akan mengikuti perubahan tersebut. Begitu halnya Anies, dari tiga partai yang mendukung, belum terlihat kontribusi partai terhadap elektabilitas Anies.

"Ini juga membuat elektabilitas tidak stabil untuk saat ini," ujarnya.

Dedi melanjutkan, survei IPO juga memotret elektabilitas Anies dalam situasi dinamis dan baik, bahkan pada periode survei terbaru bulan Juni lalu. Justru Ganjar justru berada pada posisi ketiga karena sebaran elektabilitasnya yang tidak proporsional dan hanya dominan di sedikit provinsi.

"Bahkan sebaran suara PDIP sekalipun tidak dominan unggul, berbeda dengan Gerindra yang unggul dominan ke Prabowo, dan PKS yang unggul dominan ke Anies. Dari semua partai di Parlemen hanya PDIP yang tertinggi akan memilih Ganjar," ujarnya.

Karena itu, dia menilai, banyak faktor yang berpengaruh dalam kemenangan capres mulai dinamika propaganda dan situasi politik nasional akan mempengaruhi pilihan pemilih. Utamanya karena di luar tiga tokoh itu masih ada pengaruh Jokowi yang juga punya basis pemilih, sehingga membuat hasil survei masih sangat dinamis.

"Survei pada dasarnya hanya mampu menjelaskan hal-hal yang bersifat sementara, momentum, sehingga kondisi politik dan propaganda sangat berperan, semisal pada saat periode survei Prabowo sedang dalam propaganda yang baik, dipastikan hasil survei juga baik. Begitu pula jika sebaliknya," ujarnya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement