Sabtu 29 Jul 2023 11:23 WIB

Makin Canggih, Intel Siap Pakai Teknologi AI di Tiap Produk

CEO Intel menegaskan sangat mendukung teknologi kecerdasan buatan (AI).

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Natalia Endah Hapsari
CEO Intel Pat Gelsinger memberi tahu investor soal rencana Intel untuk menghadirkan teknologi AI di setiap produk./ilustrasi
Foto: EPA-EFE/RITCHIE B. TONGO
CEO Intel Pat Gelsinger memberi tahu investor soal rencana Intel untuk menghadirkan teknologi AI di setiap produk./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Intel Pat Gelsinger mengatakan sangat mendukung kecerdasan buatan (AI) dalam pemaparan pendapatan kuartal kedua (Q2) 2023 perusahaan. Dia memberi tahu investor soal rencana Intel untuk menggunakan teknologi AI di setiap produk.

Akhir tahun ini, Intel akan mengirimkan Meteor Lake, chip konsumen pertamanya dengan prosesor bawaan untuk tugas pembelajaran mesin. Sebelumnya, Intel mengatakan hanya chip Ultra baru premiumnya yang mungkin memiliki koprosesor AI. Sepertinya Gelsinger mengharapkan AI pada akhirnya akan ada di semua produk yang dijual Intel.

Baca Juga

Gelsinger sering berbicara tentang empat kekuatan super atau lima kekuatan super dari perusahaan teknologi. Awalnya ini mencakup AI dan cloud, tetapi sekarang menyarankan AI dan cloud tidak harus berjalan beriringan.

"AI akan ada di setiap alat bantu dengar di masa depan, termasuk milik saya. Entah itu klien, entah itu platform edge untuk kasus penggunaan ritel dan manufaktur dan industri, apakah itu pusat data perusahaan, mereka tidak akan berdiri sendiri," kata Gelsinger, dikutip The Verge, Sabtu (29/7/2023).

Di sisi lain memang benar bahwa tidak semua orang menginginkan segalanya di cloud, termasuk penyedia cloud Microsoft yang masih menghasilkan sebagian besar uangnya dengan menjual lisensi untuk PC Windows. Januari ini, bos Windows Panos Panay menghadiri peluncuran chip AMD dengan prosesor bawaan.

Ini menandakan bahwa AI akan membantu pengguna melakukan segalanya di Windows. Copilot baru yang didukung AI dari Microsoft akan mengubah dokumen Office selamanya setelah alat tersebut terungkap pada bulan Maret. Copilot juga diintegrasikan ke dalam Windows itu sendiri. Namun, saat ini, Copilot didukung oleh cloud dan akan menjadi langganan bulanan 30 dolar AS per pengguna. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement