Selasa 25 Jul 2023 09:07 WIB

Realisasi Investasi di Kota Tasikmalaya Disebut Tertinggi di Priangan Timur

BI menilai Kota Tasikmalaya mempunyai sejumlah faktor yang dapat menarik investor.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Investasi.
Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf
(ILUSTRASI) Investasi.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya merilis data realisasi investasi pada 2023, hingga Juni, di sejumlah daerah wilayah Priangan Timur (Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran). Dilaporkan total realisasi investasi mencapai sekitar Rp 455 miliar.

Kota Tasikmalaya disebut paling tinggi realisasi investasinya, sekitar Rp 226 miliar. BI menilai, Kota Tasikmalaya mempunyai sejumlah faktor yang dapat menarik investor. Salah satunya, terkait kondisi infrastruktur jalan atau konektivitas.

Baca Juga

“Investasi salah satu pendukungnya adalah jalan. Itu salah satu yang menjadi faktor meyakinkan investor,” kata Kepala Unit Data, Statistik, dan Kehumasan Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya, Azhar Livaldy Setyawigoena, Senin (24/7/2023).

Terkait faktor itu, Kota Tasikmalaya dinilai lebih unggul dibandingkan Kabupaten Pangandaran. Realisasi investasi di Kabupaten Pangandaran hingga Juni 2023 dilaporkan mencapai sekitar Rp 45 miliar.

Dari sisi konektivitas, Kabupaten Pangandaran dinilai masih kalah dibandingkan Kota Tasikmalaya. Azhar mencontohkan, pihaknya pernah mencoba membawa investor dari luar negeri untuk berinvestasi di Kabupaten Pangandaran.

“Itu baru sampai Nagreg, minta balik karena tidak kuat kondisi jalan. Artinya infrastruktur untuk konektivitas sangat penting,” kata dia.

Selain infrastruktur jalan atau konektivitas, Azhar mengatakan, ada faktor lain yang membuat Kota Tasikmalaya unggul. Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya disebut lebih memiliki konsep dalam meyakinkan investor.

Konsep yang ditawarkan itu disebut sudah mendekati prastudi kelayakan atau pre-feasibility study (FS). “Sebenarnya konsep itu ada di Kabupaten Pangandaran, tapi belum sebanyak yang ditawarkan Kota Tasikmalaya,” ujar Azhar.

Untuk meningkatkan realisasi investasi, Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya akan melakukan pelatihan pembuatan Pra-FS. Harapannya, dengan adanya Pra-FS itu, pemerintah daerah dapat lebih meyakinkan investor untuk berinvestasi di wilayahnya.

 

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement