Ahad 16 Jul 2023 13:31 WIB

Pengamat: Ganjar Pranowo Punya Karakter Mirip Jokowi

Pengamat politik sebut karakter Ganjar Pranowo memiliki karakter seperti Jokowi.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Bilal Ramadhan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Pengamat politik sebut karakter Ganjar Pranowo memiliki karakter seperti Jokowi.
Foto: Dok. HPJT
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Pengamat politik sebut karakter Ganjar Pranowo memiliki karakter seperti Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Kusnanto Anggoro memandang salah satu keunggulan Bacapres Ganjar Pranowo yaitu mempunyai karakter seperti Presiden Joko Widodo. Hal ini yang membuat kelompok milenial kampus meyakini Ganjar Pranowo sebagai Capres ideal.

Hal itu diungkapkan Kusnanto ketika menjadi narasumber di acara rilis survei nasional Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) bertajuk 'Capres Pilihan Millenial Kampus' di Jakarta, Sabtu (15/7/2023).

Baca Juga

"Menurut saya, keunggulan Ganjar lebih karakternya yang hampir mendekati Presiden Jokowi," kata Kusnanto. 

Kusnanto juga menyebut kelebihan Ganjar Pranowo adalah memiliki pengalaman sebagai politisi saat bekerja di DPR dan kepala daerah. Pengalaman tersebut dinilai membuat Ganjar mengungguli pesaingnya. 

"Meski Anies juga berangkat dari latar yang sama, tetapi hasil survei dari kalangan kritis kampus ini memperlihatkan realitas yang berbeda. Atau begitu pula Prabowo Subianto yang bisa dipahami oleh sebab pengalamannya belum begitu teruji sebagai kepala daerah," ujar Kusnanto.

Sementara itu, Dewan Pakar The Habibie Center Indria Samego memandang elektabilitas para capres masih dinamis sehingga belum ada kepastian. Walau demikian, Indria berharap siapapun yang terpilih wajib meneruskan pembangunan era Jokowi sekaligus melakukan perbaikan.

"Siapapun terpilih, secara demokratis bisa diterima dan secara politis tidak ada pihak yang terlalu dirugikan. Yang terpenting, di dalamnya harus ada kelanjutan dan perbaikan," ucap Indria.

Diketahui, survei terbaru LPI menunjukkan Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo menjadi capres ideal versi milenial kampus. Ganjar mengungguli dua pesaingnya, yakni Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Bacapres Anies Baswedan.

"Dari semua indikator yang diukur, Ganjar unggul dengan angka 36,18 persen, Prabowo Subianto mendapat nilai 33,75 persen, dan Anis Baswedan mendapat nilai 30,07 persen," ujar Direktur LPI Boni Hargens. 

Survei itu menyajikan sejumlah indikator, yaitu rekam jejak, integritas, kompetensi, skill, leadership, nasionalisme, dan keselarasan dengan leadership presiden Jokowi. Dari aspek rekam jejak, Ganjar unggul dengan angka 37,44 persen, disusul Prabowo Subianto 34,38 persen dan Anies Baswedan 28,18 persen. Begitu juga dengan aspek integritas, Ganjar 36,27 persen, Prabowo Subianto 33,93 persen dan Anies 29,80 persen.

"Hampir semua indikator disapu bersih oleh Ganjar Pranowo. Yang paling tinggi adalah indikator keselarasan dengan leadership Presiden Jokowi di mana 44,51 persen kaum millenial kampus menilai Ganjar selaras dengan leadership Jokowi, Prabowo Subianto 34,61 persen dan Anies Baswedan 20,89 persen," ucap Boni.

Survei nasional LPI dilakukan pada 5 sampai 11 Juli 2023 yang bertujuan menggali pandangan milenial kampus tentang Calon Presiden Ideal. Milenial kampus yang dimaksud dalam survei ini adalah kelompok anak muda yang berpendidikan tinggi (D3, S1, S2, S3) memiliki rentang umur dari 27 tahun sampai 42 tahun yang secara sadar dan aktif mengamati isu nasional dan memiliki pandangan mandiri terhadap isu-isu politik yang terjadi menjelang pemilu 2024, setidaknya selama  semester pertama tahun 2023. 

Populasi survei ini adalah para milenial kampus seperti mahasiswa S2 dan S3, peneliti, dosen, akademisi, dan para civitas akademika kampus. Teknik sampling yang digunakan pada riset ini adalah cluster sampling di mana subjek yang ditunjuk sebagai sampel adalah berdasarkan berdasarkan pengelompokkan milenial dari setiap kampus di kota atau provinsi.

Berdasarkan teknik sampling tersebut, jumlah sampel yang di peroleh sebanyak 700 responden. Margin of error dari sampel tersebut sebesar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan ± 97,2 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement