Selasa 04 Jul 2023 19:22 WIB

Titanic 12 Tahun Dinobatkan Sebagai Film Terlaris, Keuntungan Tembus Rp 21 Triliun

Titanic mempertahankan gelar sebagai film terlaris selama 12 tahun.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Poster film Titanic. Titanic mempertahankan gelar sebagai film terlaris selama 12 tahun, sebelum akhirnya digeser oleh film Avatar.
Foto: dok. Disney
Poster film Titanic. Titanic mempertahankan gelar sebagai film terlaris selama 12 tahun, sebelum akhirnya digeser oleh film Avatar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat dirilis pada 1997, film Titanic berhasil menggeser Jurassic Park sebagai film berpendapatan terbesar sepanjang masa. Titanic berhasil mempertahankan gelar ini selama 12 tahun sebelum akhirnya tergeser oleh Avatar yang juga disutradarai oleh James Cameron.

Meski posisinya telah tergeser, Titanic masih menjadi salah satu film berpendapatan terbesar sepanjang masa hingga saat ini. Posisi Titanic hanya diungguli oleh Avatar, Avengers: Endgame, dan Avatar: The Way of Water.

Baca Juga

Menurut laporan Hollywood Reporter, perkiraan total keuntungan bersih yang diperoleh film Titanic adalah sekitar 1,4 miliar dolar AS (sekitar Rp 21 triliun). Estimasi ini didasarkan pada perhitungan keuntungan kotor, biaya produksi dan promosi, hingga pembagian keuntungan.

Terkait pendapatan kotor, Titanic berhasil memperoleh pendapatan total sebesar 2,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 33 triliun). Sebanyak 1,8 miliar dolar AS (sekitar Rp 27 triliun) di antaranya merupakan pemasukan yang diperoleh dari penayangan film di bioskop. Sedangkan 400 juta dolar AS (sekitar Rp 6 triliun) sisanya merupakan pemasukan yang berasal dari perilisan ulang.

Film garapan sutradara James Cameron ini juga dikenal sebagai film dengan biaya produksi termahal pada masanya. Berdasarkan laporan, film Titanic menelan biaya produksi sebesar 210 juta dolar AS (sekitar Rp 3,2 triliun).

Dengan memperhitungkan inflasi, total pendapatan kotor film Titanic memiliki nilai yang setara dengan 3,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 49,5 triliun) pada masa kini. Sedangkan total biaya produksi Titanic setara dengan 337 juta dolar AS (sekitar Rp 5 triliun) di masa sekarang.

Studio yang menaungi Titanic, 20th Century Fox dan Paramount Pictures, juga menggelontorkan biaya promosi sebesar 150 juta dolar AS (sekitar Rp 2,3 triliun). Selain itu, pendapatan dari penayangan sebuah film di bioskop biasanya akan dibagi rata antara pihak bioskop dan produser.

Namun, Titanic tayang di bioskop dalam waktu yang cukup lama. Hal ini memungkinkan pihak distributor untuk mendapatkan persentase keuntungan yang lebih besar. Oleh karena itu, 20th Century Fox dan Paramount Pictures berhak atas 58 persen pemasukan dari penayangan bioskop.

Dengan beragam perhitungan ini, Hollywood Reporter mengestimasikan bahwa 20th Century Fox dan Paramount Pictures mendapatkan keuntungan bersih dari Titanic sebesar 1,4 miliar dolar AS (sekitar Rp 21 triliun). Dengan penyesuaian inflasi, nilai keuntungan bersih tersebut setara dengan 1,9 miliar dolar AS (sekitar Rp 28,5 triliun).

Seperti dilansirSreen Rant pada Selasa (4/7/2023), Titanic bukan satu-satunya film garapan Cameron yang berhasil menjadi film berpendapatan tertinggi sepanjang masa. Avatar misalnya, berada di urutan pertama sebagai film berpendapatan tertinggi sepanjang masa, sedangkan Avatar: The Way of Water berada di urutan ketiga.

Film Avatar berhasil mengantongi pendapatan kotor sebesar 2,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 43,5 triliun. Sedangkan Avatar: The Way of Water berhasil meraup pendapatan kotor sebesar 2,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 34,5 triliun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement