Ahad 25 Jun 2023 10:23 WIB

Pakar Ungkap Gejala Hewan Penderita Rabies

Rabies bisa terjadi pada semua hewan, termasuk hewan ternak.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fuji Pratiwi
Dokter hewan menyuntikkan vaksin rabies ke seekor kucing.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Dokter hewan menyuntikkan vaksin rabies ke seekor kucing.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pakar kesehatan masyarakat veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Nusdianto Triaksono mengungkapkan beberapa gejala hewan penderita rabies. Pada satu fase, hewan penderita rabies akan berubah menjadi lebih agresif.

"Pada tahap tertentu, hewan rabies bisa lebih agresif. Dia bisa menggigit apa saja. Manusia, bahkan kayu atau benda-benda lain digigitnya," kata Nusdianto, Ahad (25/6/2023).

Baca Juga

Nusdianto melanjutkan, hewan penderita rabies juga akan melewati fase lain yang dinamakan tahap paralitik. Pada tahap ini hewan menjadi lebih diam, bahkan mengarah pada kelumpuhan. Biasanya hewan tidak banyak bergerak dan hanya diam.

Gejala yang terjadi pada hewan rabies akan berdampak pula pada korban yang digigitnya. "Hewan ternak yang terkena rabies cenderung lebih diam, bisa juga ada gejala takut air atau hidrofobia, hingga takut terhadap sinar atau fotofobia," ujar Nusdianto.

Ia menambahkan, rabies bisa terjadi pada semua hewan. Utamanya makhluk berdarah panas seperti anjing, kucing, atau kelelawar. Termasuk hewan ternak atau hewan liar.

Nusdianto melanjutkan, upaya untuk mencegah paparan virus rabies adalah dengan melakukan vaksinasi. Masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam memanfaatkannya. Vaksin rabies bisa dilakukan sekali dalam satu tahun dengan menghubungi dokter hewan atau dinas peternakan setempat.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement