Rabu 07 Jun 2023 21:52 WIB

Banten Siapkan 10 Ribu Dosis Vaksin Cegah LSD Pada Hewan Kurban

Banten juga menyiapkan langkah cegah LSD pada hewan menjelang Idul Adha.

Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) enyuntikkan vaksin PMK kepada hewan ternak sapi.
Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) enyuntikkan vaksin PMK kepada hewan ternak sapi.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan beberapa langkah upaya menjelang Hari Raya Idul Adha Tahun 2023 di antaranya memastikan kesehatan hewan kurban dan mengantisipasi penyakit lumpy skin disease (LSD) pada hewan dengan menyiapkan 10 ribu dosis vaksin. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid di Serang, Rabu (7/6/2023) mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lapak-lapak penjual hewan kurban di Provinsi Banten.

Dalam mengantisipasi penyakit LSD, kata Agus, Pemprov Banten tengah melakukan beberapa langkah. Di antaranya melakukan biosekuriti, karantina, pengawasan lalu lintas ternak, pemberian vitamin, pengobatan kepada hewan yang sakit dan pemberian vaksin.

Baca Juga

"Vaksin datang di hari Rabu, pekan kemarin, sebanyak 10 ribu dosis dan posisi vaksin berada di Balai P2V. Rencana pekan ini akan kita droping sesuai permintaan Kabupaten/Kota. Paling banyak Kabupaten Tangerang sebanyak 5.000 dosis," kata Agus.

Ia mengatakan, meskipun LSD penyakit tidak mematikan pada hewan. Namun perlu tetap diantisipasi karena khawatir menjadi wabah yang nantinya bisa merugikan para pedagang hewan.

"Ini kan penyakit kulit pada hewan yang ditularkan oleh lalat. Kalau hewannya penyakitan, kan nanti tidak ada yang beli karena tidak memenuhi ketentuan untuk hewan kurban," kata Agus.

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan beberapa langkah upaya menjelang Hari Raya Idul Adha Tahun 2023. Di antaranya memastikan kesehatan hewan kurban dan mengantisipasi penyakit LSD pada hewan.

"Untuk hewan kurban kita terus koordinasi terkait ada informasi perkembangan penyakit LSD itu. Kita punya langkah-langkah teknis untuk hal tersebut. Seperti mengumpulkan data-data dan akan berkomunikasi dengan para peternak," kata Al Muktabar.

Menurut Al Muktabar, untuk pengawasan lalu lintas atau keluar masuknya hewan kurban, pihaknya akan melakukan kerjasama antar daerah untuk memastikan kesehatan hewan dan mengoptimalkan pos cek point lalu lintas hewan. "Kita kerjasama dalam rangka kita saling mendukung," katanya.

Selain itu, kata Al Muktabar, Pemprov Banten bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota telah menyiapkan tim pengawasan untuk memastikan kesehatan hewan kurban di Provinsi Banten.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement