Ahad 04 Jun 2023 16:14 WIB

Golkar Amanatkan Airlangga Menjadi Capres Lewat Dua Pasal

Airlangga mengaku keputusan Golkar terkait pilpres satu atau dua bulan lagi.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus raharjo
Pengurus DPD Partai Golkar Jabar siap menangkan Airlangga Hartarto menjadi Presiden 2024.
Foto: Dok Golkar
Pengurus DPD Partai Golkar Jabar siap menangkan Airlangga Hartarto menjadi Presiden 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Golkar masih mendorong ketua umumnya, yakni Airlangga Hartarto menjadi calon presiden (capres) pada Pilpres 2024. Hal tersebut merupakan keputusan musyawarah nasional (Munas) pada 2019, yang dikuatkan lagi lewat rapat pimpinan nasional (Rapimnas) pada 2021.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menjelaskan bahwa hal yang berkaitan dengan Pilpres termaktub dalam dua pasal hasil Munas. Pasal pertama adalah menegaskan bahwa Partai Golkar harus mengikuti Pilpres 2024, baik sebagai calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres).

Baca Juga

"Yang kedua, disebutkan di situ langkah strategis kemudian keputusan dan momentum itu diserahkan kepada ketua umum terpilih," ujar Doli di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Ahad (4/6/2023).

Saat itu, Airlangga terpilih menjadi ketua umum Partai Golkar dan seluruh kader mendorongnya agar maju sebagai capres. Dorongan tersebut hadir karena Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu adalah kader terbaik partai berlambang pohon beringin itu.

Di samping itu, Partai Golkar menjadi satu dari tiga partai politik yang memiliki suara yang besar hasil Pemilu 2019. Tentu hal tersebut menjadi modal penting bagi partainya dalam membentuk koalisi pengusung Airlangga.

"Partai Golkar ini partai yang menjadi pemenang kedua (Pemilu 2019), jadi cukup strategis. Kalau tidak, bisa disebut cukup seksi, Partai Golkar juga partai yang terbuka, partai yang bisa kerja sama dengan siapa saja," ujar Doli.

Di samping itu, ia menjelaskan bahwa Partai Golkar masih menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Meskipun kedua partai tersebut sekarang diidentikkan berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Doli menegaskan pengurus pusat dan Airlangga terus merumuskan peluang-peluang koalisi pada Pilpres 2024. Termasuk peluang bergabung dengan PDIP atau Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Di tengah situasi yang dinamis itu tentu masih banyak kemungkinan-kemungkinan ya dan Golkar, khususnya Pak Airlangga sekarang sedang meramu berbagai kemungkinan-kemungkinan itu. Makanya muncul ada gagasan koalisi besar, kemudian muncul koalisi poros empat," ujar Ketua Komisi II DPR itu.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menorehkan banyak kesuksesan selama kepemimpinannya sejak 2014. Terutama di sektor ekonomi yang dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat.

Dalam pidatonya di rapat kerja nasional (Rakernas) Partai Golkar, Airlangga menyatakan bahwa dirinya siap melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan Jokowi tersebut. Namun, ia tak mengungkapkan apakah kesiapannya tersebut terkait Pilpres 2024 atau tidak.

"Jadi saya bisa mengatakan, saya Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar menyatakan bahwa Partai Golkar siap melanjutkan pembangunan di Republik Indonesia ini," ujar Airlangga dalam pidatonya di Rakernas Partai Golkar, Ahad (4/6/2023).

Ia menjelaskan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan delapan partai politik yang ada di parlemen. Airlangga menegaskan keputusan terkait Pilpres 2024 akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

"Opsi masih terbuka, mudah-mudahan keputusan tidak lama lagi. Jadi untuk temen-temen wartawan masih tunggu satu-dua bulan lagi," ujar Airlangga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement