Rabu 24 May 2023 13:55 WIB

Cerita Mumut Kolam Lelenya di Kolong Rel Kereta Cepat Dibongkar, Diganti Rugi Rp 1,5 Juta

Mumut tak melanjutkan budidaya lelenya karena tidak memiliki lahan.

Mumut (68 tahun) pemilik kolam lele di kolong rel Kereta Cepat Jakarta Bandung di Jalan Mengger Tengah, Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul, Senin (22/5/2023).
Foto: Republika/M Fauzi Ridwan.
Mumut (68 tahun) pemilik kolam lele di kolong rel Kereta Cepat Jakarta Bandung di Jalan Mengger Tengah, Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul, Senin (22/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Muhammad Fauzi Ridwan

Mumut (68 tahun) pemilik kolam lele di kolong rel kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Jalan Mengger Tengah, Kota Bandung, diberi uang sebesar Rp 1,5 juta dari Polda Jawa Barat setelah kolam miliknya dibongkar. Ia sendiri tidak melanjutkan budi daya lele setelah dibongkar karena tidak memiliki lahan untuk membudidayakan lele. 

Baca Juga

Ia bercerita bahwa Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Bariza Sulfi bersama jajaran mengecek kondisi jalur kereta cepat, salah satunya di wilayah Mengger, Kota Bandung, pada Kamis (18/5/2023) lalu. Jenderal bintang satu itu melihat kolam lele di kolong rel kereta cepat dan diminta untuk dipindahkan karena berpotensi membahayakan. 

Mumut mengaku sempat ditanya biaya yang telah dikeluarkan untuk membuat kolam lele tersebut. Sempat akan diberi Rp 1 juta, ia pun meminta agar uang tersebut dilebihkan dan akhirnya diberi Rp 1,5 juta dari Polda Jabar. 

"Waktu itu dikasih Rp 1,5 juta dari pak Wakapolda Jabar," ujarnya, belum lama ini. 

Kolam lele tersebut saat ini telah dibongkar dan tersisa hanya plastik-plastik bekas kolam lele. Selain itu, telah terpasang pagar dan kawat berduri di area bekas kolam lele. Mumut pun hanya bisa melihat bekas kolam lelenya dari luar pagar. 

Mumut mengaku mulai membuat dua kolam lele ukuran 4×6 di kolong rel kereta cepat Jakarta Bandung satu tahun terakhir. Ia memanfaatkan lahan kosong di kolong rel yang sudah teraliri air dari selokan. 

"Awalnya ada air selokan yang ngalir ke lahan kosong, terus saya manfaatkan dijadikan kolam lele," ujarnya. 

Ia mengaku bisa membuat kolam lele di lahan tersebut karena belum terpasang pagar. Sedangkan, rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung sendiri sudah terbangun saat membuat kolam lele. 

Mumut sendiri mengatakan kolam lele yang dibuatnya rencana akan dipakai untuk budidaya lele. Namun, lele-lele tersebut tidak dijual akan tetapi dikonsumsi sendiri. 

Saat ini, ia mengaku tidak memiliki kolam lele. Sebab lahan-lahan yang berada di samping kolong rel sudah dimiliki orang lain. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement