Rabu 01 Mar 2023 13:21 WIB

Dinding Masjid Pertama Whitehorse Dihiasi Kaligrafi Penuh Inspirasi

Masjid pertama di Whitehorse, Yukon, Kanada, dibangun pada 2018.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Dinding Masjid Pertama Whitehorse Dihiasi Kaligrafi Penuh Inspirasi
Foto: Cbc
Dinding Masjid Pertama Whitehorse Dihiasi Kaligrafi Penuh Inspirasi

REPUBLIKA.CO.ID,WHITEHORSE -- Masjid pertama di Whitehorse, Yukon, Kanada, dibangun pada 2018. Seorang warga yang pindah dari India, Israr Ahmed, menyebut hadirnya rumah ibadah ini merupakan metamorfosis yang indah dari sebuah fasilitas penyimpanan.

Ahmed pindah ke Whitehorse dua setengah tahun yang lalu dan tidak menyaksikan sendiri metamorfosis tersebut. Namun, sebagai Presiden Asosiasi Muslim Yukon saat ini, dia melakukan bagiannya untuk membantu terjadinya evolusi berkelanjutan, baik dalam bentuk ruang maupun komunitas.

Baca Juga

Beberapa waktu lalu, asosiasi tersebut membawa seorang seniman dari Windsor, Ontario, untuk mengubah dinding abu-abu polos masjid menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat.

Seniman bernama Salwa Najb ini tiba di Whitehorse pada 21 Februari, bersama asistennya, Ahsia Aghbari. Kedua wanita itu menghabiskan waktu selama satu minggu untuk melukis potongan tulisan Arab (kaligrafi) yang rumit di dinding masjid.

Najb mengatakan dia telah menghabiskan sebagian besar dari 20 tahunnya untuk melukis arsitektur Islam, yang mana kaligrafi adalah bagian penting dari itu. Namun, berfokus hanya pada kaligrafi relatif baru baginya, termasuk melakukan pekerjaan di dinding vertikal.

"Ini sangat menantang. Tapi saya menyukainya lebih dari yang saya harapkan. Ini sangat memuaskan secara spiritual dan lebih baik lagi jika saya bisa bepergian dan bertemu orang-orang di komunitas terpencil seperti di sini di Yukon," ucap dia dikutip di CBC, Rabu (1/3/2023).

Selama pengerjaan ini, ia telah mengusulkan untuk melukis berbagai potongan kitab suci dari Alquran. Ahmed terus mendampingi dan membuat beberapa saran tambahan, untuk nama orang yang akan dimasukkan dalam karya tersebut.

Najb menyebut jenis seni ini menghubungkan orang dengan spiritualitas mereka. Ketika melihat kaligrafi di sebuah dinding, pasti di dalamnya ada pesan agama. Ayat-ayat Alquran dan nama orang-orang yang dihormati dalam Islam akan terlihat jelas, yang mana menjadi pengingat bagi umat-Nya.

Di sisi lain, Ahmed mengatakan motivasinya untuk mewujudkan karya ini berasal dari nilai Islami yang mengejar keunggulan. "Jika Anda melihat-lihat dunia Muslim, Anda akan menemukan keajaiban arsitektural. Ini semua pada dasarnya adalah ibadah, karena kita diperintahkan untuk mengejar kesempurnaan dalam apapun yang kita lakukan," kata dia.

Kaligrafi juga disebut sebagai bentuk seni yang berkembang dari pemikiran itu. Apa pun yang ditulis, tulislah dengan sangat indah sehingga menginspirasi orang dan ketika melihatnya bisa membawa hubungan spiritual itu. Dia juga berharap ketika orang-orang berjalan ke masjid, mereka akan melihat mural ini dan terpelihara secara spiritual.

Komunitas Muslim di Whitehorse saat ini terdiri dari hampir 120 orang. Bagi mereka, masjid lebih dari sekadar tempat ibadah, yaitu tempat makan, bercakap-cakap, sekaligus menyelesaikan perselisihan.

"Ini (masjid) adalah tempat yang melayani semua kebutuhan spiritual Anda," ujar pria itu.  

Sumber:

https://www.cbc.ca/news/canada/north/whitehorse-mosque-murals-najb-1.6763100

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement