Ahad 29 Jan 2023 22:11 WIB

Meski Kondisi Terpuruk, 3 Negara Arab Ini Punya Ketertarikan Tinggi Chat Robot

Sejumlah warga negara-negara Arab antusias terhadap Chatbot

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT dapat digunakan untuk membantu tugas harian (ilustrasi)
Foto: Unsplash
Teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT dapat digunakan untuk membantu tugas harian (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Tiga negara Arab berada di peringkat 10 negara teratas di dunia dalam hal pencarian chatbot kecerdasan buatan terbaru, yaitu ChatGPT. 

Tingkat pencarian chatbot (chat robot) ini didasarkan pada data Google Analytic, seperti dilansir The New Arab, Ahad (29/1/2023). ChatGPT sendiri telah diluncurkan OpenAI pada akhir November tahun lalu. 

Baca Juga

ChatGPT merupakan Conversational Generative Pre-training Transformer, yaitu sebuah program yang menghasilkan teks yang meniru ucapan manusia, menjawab pertanyaan, dan melakukan tugas berbasis bahasa lainnya. 

Data di Google menunjukkan Lebanon ada di urutan keempat secara global untuk pencarian istilah "ChatGPT". 

Meskipun ukurannya kecil dan terjadi depresi ekonomi saat ini, Lebanon telah lama menjadi tempat yang menarik untuk melakukan inovasi. 

Hal itu karena Lebanon, sebagai negara berpenduduk sekitar enam juta, memiliki komunitas teknologi yang dinamis. Juga semakin banyak perusahaan rintisan dan perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI). 

Universitas dan lembaga penelitian yang bergengsi juga secara aktif terlibat dalam penelitian dan pengembangan AI.

Dua negara Arab lainnya adalah Palestina dan Maroko, yang masing-masing menempati posisi keenam dan kesembilan. China menempati posisi pertama secara global dengan skor 100, diikuti Nepal dan Israel. Amerika Serikat justru gagal tampil di antara 10 negara teratas. 

Pencipta bot obrolan AI ChatGPT memperingatkan tentang momen menakutkan dan gangguan signifikan saat pengembang kecerdasan buatan bergegas membuat sistem tingkat manusia. 

Salah satu pendiri dan CEO OpenAI, Sam Altman, mengatakan, kecerdasan umum buatan (AGI) akan menjadi terobosan teknologi besar berikutnya yang menawarkan keuntungan luar biasa dan tantangan besar. 

Awal bulan ini, ChatGPT mendapat sorotan publik karena kemampuannya yang menakjubkan untuk menghasilkan tanggapan seperti layaknya manusia. Peneliti AI memuji model bahasa tujuan umum sebagai kemajuan besar. 

Beberapa orang berspekulasi bahwa itu dapat merevolusi seluruh industri dan bahkan menggantikan alat populer seperti mesin pencari Google 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement