Sabtu 28 Jan 2023 22:58 WIB

PLN Sigap Tangani Gangguan Kelistrikkan Akibat Bencana di Manado

PLN melakukan pengamanan jaringan kelistrikan untuk menjaga keselamatan warga.

Anggota TNI  mengevakuasi sejumlah warga dari rumahnya yang terendam banjir di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (27/1/2023). Petugas PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) dengan sigap menangani gangguan kelistrikan akibat bencana banjir dan tanah longsor, di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Foto: ANTARA FOTO/Adwit B Pramono
Anggota TNI mengevakuasi sejumlah warga dari rumahnya yang terendam banjir di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (27/1/2023). Petugas PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) dengan sigap menangani gangguan kelistrikan akibat bencana banjir dan tanah longsor, di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Petugas PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) dengan sigap menangani gangguan kelistrikan akibat bencana banjir dan tanah longsor, di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"PLN langsung bersinergi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) pulihkan kondisi kelistrikan saat cuaca ekstrem," kata GM PLN UID Suluttenggo Ari Dartomo, di Manado, Sabtu (28/1/2023).

Baca Juga

Dia mengatakan, hujan deras dan angin kencang yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor melanda sejumlah lokasi di Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah Dan Gorontalo. Hal ini pun secara langsung berimbas pada beberapa gangguan sejumlah jaringan PLN, sehingga menyebabkan terhentinya pasokan listrik.

PT PLN (Persero) menjadi salah satu yang memiliki peran vital untuk mengamankan serta melakukan pemulihan kondisi kelistrikan saat terjadi cuaca ekstrem, termasuk saat banjir dan tanah longsor. Ari Dartomo langsung memberikan instruksi langsung kepada seluruh petugas untuk bersinergi membantu mengantisipasi dan menangani bencana dengan melakukan penanganan yang cepat, tepat dan tetap memperhatikan faktor keselamatan.

"Saat bencana akibat cuaca ekstrem kami fokus melakukan pengamanan jaringan kelistrikan untuk menjaga keselamatan warga, secepatnya kami lakukan juga perbaikan gangguan kelistrikan yang terdampak oleh cuaca ekstrem," ujar Dartomo.

Saat kejadian darurat bencana seperti banjir dan tanah longsor, PLN gerak cepat mengerahkan petugas untuk kontrol jaringan dan pengamanan kelistrikan. PLN juga secara paralel memastikan titik-titik lokasi gangguan untuk dilakukan percepatan perbaikan.

Dartomo menambahkan, hal pertama yang harus dilakukan masyarakat saat pemukiman terendam banjir yaitu mematikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) di kWh meter. Hal ini untuk menghindari bahaya tersengat aliran listrik. Selanjutnya, cabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak dan naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman.

"Penormalan listrik oleh PLN akan dilakukan apabila instalasi PLN maupun warga sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik. Kami juga terus lakukan koordinasi intens bersama tim BNPP guna memastikan keselamatan pelanggan serta petugas," tambah Dartomo.

Saat ini 98 persen sistem kelistrikan yang terdampak di Wilayah Kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado telah kembali normal. Hingga pukul 10.30 WITA PLN terus lakukan percepatan pemulihan jaringan listrik imbas cuaca ekstrem pada daerah Kima Bajo.

PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan akibat terhentinya pasokan tenaga listrik dan terus berupaya meningkatkan keandalan pasokan listrik demi pelayanan terbaik untuk masyarakat. "PLN memberikan pelayanan penuh kepada seluruh pelanggan, kami terus mempercepat proses pemulihan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan," kata Dartomo.

Untuk kemudahan layanan kapan saja dan dimana saja, masyarakat dapat melaporkan potensi bahaya dan gangguan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh melalui Playstore dan App Store.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement