Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Iran akan Tindak Tegas Pengunjuk Rasa yang Menentang Rezim

Sabtu 10 Dec 2022 06:25 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Muhammad Fakhruddin

Iran akan Tindak Tegas Pengunjuk Rasa yang Menentang Rezim (ilustrasi).

Iran akan Tindak Tegas Pengunjuk Rasa yang Menentang Rezim (ilustrasi).

Foto: .
Pihak berwenang menghukum gantung Mohsen Shekari yang berusia 23 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN -- Pihak berwenang Iran akan tegas menghukum pengunjuk rasa anti-rezim pemerintah. Langkah ini diambil  sehari setelah Iran menjatuhkan hukuman mati pertamanya terkait aksi unjuk rasa yang dipicu oleh kematian seorang wanita Kurdi, Mahsa Amini (22 tahun) dalam penjara.

"Menghukum perusuh dan mereka yang berada di balik kematian agen rezim akan ditindaklanjuti dengan keputusan oleh lembaga terkait,” ujar  Presiden Ebrahim Raisi pada Jumat (9/12), dilaporkan kantor berita Tasnim.

Baca Juga

Iran pada Kamis (8/12) melakukan eksekusi pertamanya atas protes yang sedang berlangsung di negara itu. Pihak berwenang menghukum gantung Mohsen Shekari yang berusia 23 tahun.

Shekrai dihukum mati karena melukai seorang anggota pasukan keamanan dan memblokir jalanan di Teheran. Namun kelompok hak asasi manusia menyebut hukuman itu berdasarkan "pengadilan palsu".Eksekusi tersebut telah memicu kecaman global.

Aksi protes telah melanda Iran sejak 16 September ketika Amini meninggalkan dunia setelah ditangkap dan ditahan oleh polisi moralitas di Teheran. Amini ditangkap karena diduga tidak mematuhi aturan berpakaian seperti yang ditetapkan oleh negara. 

Sejak kematian Amini, para pengunjuk rasa telah menyerukan kejatuhan rezim. Aksi ini menjadi salah satu tantangan paling berani bagi sejak Republik Islam Iran didirikan pada 1979. Menurut kelompok Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Oslo, sedikitnya 458 orang, termasuk 63 anak-anak dan 29 wanita, telah dibunuh oleh pasukan keamanan dalam protes tersebut. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA