Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Ledakan Tambang Sawahlunto, Diduga Ada yang Terjebak di Kedalaman 200 Meter

Jumat 09 Dec 2022 19:24 WIB

Red: Teguh Firmansyah

 Tim penyelamat dan pekerja menunggu di pintu masuk tambang batu bara saat mencari korban setelah ledakan Jumat, 9 Desember 2022, di Sawahlunto, Sumatera Barat, Indonesia. Sejumlah orang tewas dalam ledakan itu.

Tim penyelamat dan pekerja menunggu di pintu masuk tambang batu bara saat mencari korban setelah ledakan Jumat, 9 Desember 2022, di Sawahlunto, Sumatera Barat, Indonesia. Sejumlah orang tewas dalam ledakan itu.

Foto: AP/Devanya Zianisa
Polisi memastikan sembilan orang meninggal akibat ledakan tambang tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Divisi Humas (Kadivhumas) Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan kecelakaan tambang diduga ledakan gas metan di area milik PT Nusa Alam Lestari (NAL) di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, menewaskan sembilan orang. Satu orang diduga masih terkurung dalam tambang.

"Rincian 14 korban terdiri atas sembilan orang meninggal dunia, dua orang selamat, satu orang luka bakar 30 persen, satu orang luka ringan, dan satu orang masih terkurung di tempat kejadian," kata Dedisaat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Baca Juga

Kecelakaan tambang itu berada di area tambang PT NAL, yang memegang izin usaha tambang (IUP) atas lahan seluas 94 hektare di Desa Salak, Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto sejak 2020. Kapolres Sawahlunto AKBP Purwanto Hari Subekti telah berada di lokasi dan hingga kini pencarian masih dilakukan terhadap satu korban yang tertimbun.

"Diperkirakan para pekerja lubang tambang yang masih terkurung di dalam lubang berada pada kedalaman kurang lebih 200 meter, yang belum diketahui kondisi para pekerja tersebut," tambah Dedi.

Berdasarkan laporan, peristiwa ledakan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di lubang tambang IUP PT NAL Sapan Dalam Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Saat kejadian diketahui, kondisi lubang terdapat kandungan gas metan. Selain itu juga terdapat beberapa reruntuhan akibat letupan kecil di lubang tambang.

Sebelumnya, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Suharyono mendapatkan informasi bahwa penambangan di Sawahlunto dilakukan oleh penambang legal. Namun penambangan masih dilakukan dengan cara manual dan tradisional.

Berikut data korban meninggal dunia akibat ledakan tambang di Sawahlunto:

1. Eri Mario (46), buruh harian lepas, alamat Desa Sikalang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto

2. M. Afrizon Efendi (26), alamat Dusun Sago, Desa Talawi Mudik, Kecamatan Talawi, Sawahlunto

3. Kapion (50), buruh harian lepas, alamat Desa Muaro Kalaban, Kecamatab Silungkang, Kota Sawahlunto

4. M. Ali Jin (52), buruh harian lepas, alamat Joro Koto Hilir Nagari Bukit Kual, Kecamatan Koto Tujuh, Kabupaten Sijunjung

5. Asmidi (43), alamat Dusun Muaro Desa Sijantang Koto, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto

6. Bikun Supiyanto (39), alamat Kalimedong Kelurahan Kalimendong, Kecamatan Leksono, Kota Wonosoba, Kabupaten Wonosobo

7. Nori Indra (35), buruh harian lepas, alamat Jorong Kampung Baru Nagari Pala Luar, Kecamatan Koto Tujuh, Kabupaten Sijunjung

8. Turiman (41), petani/pekebun, alamat Tekad Blok I Desa Tekad, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung

9. Roby Zilnadi (42), buruh harian lepas, alamt Dusun Sawah Liat, Desa Sijantang Koto, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto

Berikut data dua korban selamat:

1. Basir (50), pekerja tambang, alamat Karang Anyar, Desa Santue, Kecanatan Barangin, Kota Sawahlunto

2. Trisno (43), pekerja tambang, alamat Karang Anyar, Desa Satur, Kecamatan Barangin, Koga Sawahlunto

Berikut data dua pekerja luka-luka:

1. Szaigol Latif (18), pelajar, alamat Bukit Bual, Kecamatan Koto Tujuh Pala Luar, Kabupaten Sijunjung???????

2. Arif Munanda (22), swasta, alamat Tanjung Ampalu, Kabupaten Sijunjung. Sementara korban yang tertimbun masih belum diketahui identitasnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA