Jumat 09 Dec 2022 19:21 WIB

Solar Langka, Antrean Kendaraan Meluber ke Jalan Raya di Lampung

Kendaraan yang antre solar di Bandar Lampung umumnya truk dan bus

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Truk antri (ilustrasi). Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar mulai langka di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Bandar Lampung, beberapa pekan terakhir. Antrean kendaraan jenis diesel, truk, dan bus di SPBU meluber ke jalan raya.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Truk antri (ilustrasi). Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar mulai langka di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Bandar Lampung, beberapa pekan terakhir. Antrean kendaraan jenis diesel, truk, dan bus di SPBU meluber ke jalan raya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar mulai langka di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Bandar Lampung, beberapa pekan terakhir. Antrean kendaraan jenis diesel, truk, dan bus di SPBU meluber ke jalan raya.

Berdasarkan pemantauan Republika.co.id, Jumat (9/12/2022), sejumlah SPBU di Kota Bandar Lampung yang masih menyediakan stok solar dipadati antrean kendaraan terutama mobil pribadi, truk, mobil boks, dan bus penumpang. Antrean semacam ini kerap terjadi setiap hari beberapa pekan terakhir.

Dampak dari antrean kendaraan sampai ke luar SPBU, menyebabkan arus lalu lintas kendaraan dan aktivitas masyarakat terganggu. Mobil-mobil diesel, truk, dan mobil boks rela antre berlama-lama di pinggir jalan raya, untuk mendapat giliran jatah solar di SPBU.

Menurut Waluyo (48 tahun), sopir truk barang, ia rela jauh-jauh mencari SPBU yang ada di pemukiman penduduk untuk mendapatkan solar. SPBU yang biasa untuk kebutuhan truk barang yang ada di Jl Yos Sudarso, Jl Garuntang, dan Jl Soekarno-Hatta (by pass) selalu habis.

“Ya kami terpaksa cari SPBU yang ada di kampung-kampung. Kalau tidak ada solar kami tidak bisa jalan,” kata Waluyo, yang mengetem antre solar di SPBU Jl Pramuka, Bandar Lampung.

Ia merasakan kesulitan mencari solar sudah terjadi sejak kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Namun, kondisinya makin parah beberapa pekan terakhir, karena stok solar di beberapa SPBU selalu kehabisan. Kelangkaan solar di SPBU membuat antrean kendaraan memanjang sampai ke jalan raya.

Antrean kendaraan pribadi, mobil boks, truk, dan bus terpantau di SPBU Rajabasa, SPBU Pramuka, SPBU Kemiling, SPBU Jl Yos Sudarso, SPBU Jl Soekarno – Hatta, dan SPBU Garuntang. Panjangnya antrean kendaraan sampai meluber ke jalan raya mengganggu aktivitas masyarakat dan arus kendaraan.

“Setiap hari toko kami ditutupi kendaraan yang mengantre solar, jadi pelanggan susah untuk masuk dan keluar restoran. Ini jelas menganggu,” kata Wati, pengelola restoran di Jl Zaenal Abidin Pagaralam.

Ia mengatakan, sulit untuk mencegahnya karena memang kondisi solar sedang langka dan sulit diperoleh di SPBU. “Kalau solar ada di semua SPBU barangkali tidak ada antrean panjang.

Sudirman, pengelola SPBU Rajabasa mengatakan, beberapa pekan terakhir pasokan solar bersubsidi mengalami pengurangan dari biasanya. Dampaknya, masing-masing SPBU mengalami kehabisan solar, sedangkan antrean kendaraan memanjang.

“Memang ada pengurangan pasokan solar beberapa minggu terakhir ini,” kata Sudirman.

Dampak sulitnya mendapatkan solar, beberapa bus penumpang AKDP di wilayah Lampung terhambat aktivitasnya. Para sopir bus terpaksa menunggu antrean lama untuk mendapatkan solar, akibatnya jam operasional bus terganggu.

Sekretaris DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Lampung TB Heri Susanto mengakui sulitanya mendapat solar berdampak terhadap operasional bus penumpang. “Sekarang sulit cari solar, ini penyebab sopir bus banyak yang antre lama,” kata Heri.

Ia berharap pemerintah segera mengatasi kelangkaan solar di setiap SPBU di Lampung terutama untuk menghadapi angkutan liburan natal dan tahun baru mendatang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement