Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Paspor UEA terbaik di Dunia dengan Akses ke 180 Negara Tanpa Visa

Jumat 09 Dec 2022 09:06 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Friska Yolandha

Pembalap Red Bull Max Verstappen dari Belanda beraksi selama latihan Formula Satu Grand Prix Abu Dhabi, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Jumat, 18 November 2022.

Pembalap Red Bull Max Verstappen dari Belanda beraksi selama latihan Formula Satu Grand Prix Abu Dhabi, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Jumat, 18 November 2022.

Foto: AP Photo/Hussein Malla
Sepanjang pandemi, UEA tetap tidak terlalu terpengaruh oleh penguncian yang meluas.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Uni Emirat Arab (UEA) memiliki paspor terbaik dan mendapat peringkat sebagai dokumen perjalanan paling kuat di dunia, menurut Indeks Arton Capital. Pemilik paspor tersebut, bahkan bebas untuk mengunjungi 180 negara tanpa membawa visa.

Paspor UEA memberikan hak kepada pemegangnya untuk memasuki 180 negara tanpa visa, melampaui tujuh negara Eropa seperti Jerman, Swedia, Prancis dan Italia, Australia dan sembilan negara seperti Jepang, yang paspornya awal tahun ini menduduki peringkat terbaik di dunia, menurut daftar yang diterbitkan oleh Henley & Partners.

Baca Juga

Sepanjang pandemi, UEA tetap tidak terlalu terpengaruh oleh penguncian yang meluas yang terlihat di seluruh dunia dan mengadopsi peraturan ketat terkait penggunaan masker dan vaksinasi. 

Pencapaian ini akan ditambahkan ke daftar peringkat global negara yang terus berkembang, yang mencakup gedung tertinggi di dunia, kolam renang terdalam, dan hotel tertinggi. 

Menurut Dr Robert Mogielnicki, Cendekiawan Residen Senior di Institut Negara Teluk Arab dan Anggota Dewan Penasihat Henley & Partner, mengatakan negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) terus meluncurkan inisiatif dan skema ambisius untuk menarik jaringan tinggi individu yang layak dan profesional ekspatriat yang terampil.

“Upaya migrasi investasi dan kebijakan pasar tenaga kerja baru ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memposisikan negara-negara GCC sebagai pusat modal dan bakat global,” kata Mogielnicki dilansir dari Gulf Today, Jumat (9/12/2022).

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA