Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Penumpang Penyeberangan Pada Nataru 2022/2023 Diprediksi Naik 7 Persen

Kamis 08 Dec 2022 10:08 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Calon penumpang menaiki kapal KMP BRR sebelum keberangkatan di pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh. Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi adanya kenaikan pergerakan penumpang transportasi penyeberangan pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2022/2023. Pergerakan penumpang dan kendaraan pada Nataru 2022/2022 diprediksi rata-rata naik sebesar tujuh persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Calon penumpang menaiki kapal KMP BRR sebelum keberangkatan di pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh. Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi adanya kenaikan pergerakan penumpang transportasi penyeberangan pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2022/2023. Pergerakan penumpang dan kendaraan pada Nataru 2022/2022 diprediksi rata-rata naik sebesar tujuh persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Foto: Antara/Ampelsa
Realisasi penumpang penyeberangan pada Nataru 2021/2022 sebanyak 1,8 juta orang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi adanya kenaikan pergerakan penumpang transportasi penyeberangan pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2022/2023. Pergerakan penumpang dan kendaraan pada Nataru 2022/2022 diprediksi rata-rata naik sebesar tujuh persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Untuk penumpang (penyeberangan) prediksi pada 2022 mencapai sekitar dua juta orang. Sementara realisasi pada 2021 sekitar 1,8 juta orang,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (7/12/2022). 

Total kendaraan yang menyeberang pada Nataru tahun ini juga diprediksi meningkat mencapai 551.673 unit. Sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 515.582 unit. 

Hendro menjelaskan, presiksi puncak mudik atau balik Nataru 2022/2023 terdiri dari dua sesi yaitu posisi puncak arus mudik pertama pada tanggal 23 atau 24 Desember 2022. Lalu untyk puncak arus balik pertama pada tanggal 25 atau 26 Desember 2022. Sedangkan puncak arus mudik kedua tanggal 30 atau 31 Desember 2022 dan puncak arus balik kedua diperkirakan terjadi tanggal 1 atau 2 Januari 2023.

Dia memastikan, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub akan melakukan pantauan wilayah Bidang Angkutan Penyeberangan di 11 lintasan. Lintasan tersebut yakni Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Ajibata-Ambarita, Tanjung Api Api-Tanjung Kelian, Sibolga-Nias, Bajoe-Kolaka, Bitung-Ternate, Kupang-Rote, dan Hanimua-Waipirit. 

Hendro mengimbau masyarakat yang akan menggunakan kapal penyeberangan untuk membeli tiket menggunakan aplikasi Ferizy. “Jadi tidak ada penjualan tiket di pelabuhan. Masyarakat yang datang ke pelabuhan sudah membawa tiket dari tempat asalnya dengan harapan dapat memperlancar proses penyeberangan ke Pelabuhan Merak maupun ke Pelabuhan Bakauheni," jelas Hendro. 

Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi juga meminta masyarakat merencanakan perjalanannya dengan baik demi kelancaran proses penyeberangan. Firman menegaskan jika keberangakatan direncanakan dengan baik maka antrean tidak akan terjadi. 

“Kalaupun ada itu menunggu kapal, tapi sepanjang kapalnya ada, pelabuhannya dioptimalkan dan antriannya tertib maka akan makin cepat," ucap Firman.

Pada lintas penyeberangan Merak-Bakauheni untuk melayani masyarakat yang akan menyeberang pada periode Nataru telah disiapkan dermaga sejumlah tujuh pasang dengan jenis moveable bridge. Selain itu, terdapat 62 unit kapal yang siap beroperasi dan 58 unit diantaranya telah dilakukan rampcheck oleh BPTD.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA