Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Paus Fransiskus Bandingkan Invasi Rusia di Ukraina dengan Operasi Nazi

Kamis 08 Dec 2022 08:35 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Paus Fransiskus pada Rabu (7/12/2022) membandingkan perang di Ukraina dengan operasi Nazi yang menewaskan sekitar dua juta orang pada tahun-tahun pertama Perang Dunia Kedua.

Paus Fransiskus pada Rabu (7/12/2022) membandingkan perang di Ukraina dengan operasi Nazi yang menewaskan sekitar dua juta orang pada tahun-tahun pertama Perang Dunia Kedua.

Foto: AP/Andrew Medichini
Paus telah beberapa kali menawarkan mediasi Vatikan untuk menyelesaikan konflik.

REPUBLIKA.CO.ID, WARSAWA -- Paus Fransiskus pada Rabu (7/12/2022) membandingkan perang di Ukraina dengan operasi Nazi yang menewaskan sekitar dua juta orang pada tahun-tahun pertama Perang Dunia Kedua. Fransiskus mencatat bahwa Universitas Katolik Lublin di Polandia, baru-baru ini memperingati perayaan Operasi Reinhard.

Operasi Reinhard adalah nama kode untuk operasi rahasia di wilayah Polandia yang diduduki yang oleh Jerman dan disebut sebagai wilayah "Pemerintahan Umum". Wilayah ini mencakup wilayah yang sekarang berada di Ukraina.  

Baca Juga

"Semoga ingatan akan peristiwa mengerikan ini membangkitkan niat dan tindakan perdamaian pada setiap orang," kata Fransiskus.

Fransiskus menyebut operasi tersebut adalah salah satu "pemusnahan" atau genosida. "Dan sejarah berulang dengan sendirinya. Kita lihat sekarang apa yang terjadi di Ukraina," ujarnya.

Rusia menyebut invasinya ke Ukraina sebagai "operasi militer khusus" untuk "de-Nazify". Operasi ini membasmi kaum nasionalis yang dianggapnya berbahaya.  

Ukraina dan sekutunya menuduh Moskow melakukan perang tak beralasan untuk merebut wilayah dari negara tetangganya yang pro-Barat. Sejak invasi dimulai pada Februari, Fransiskus semakin keras dalam mengutuk tindakan Rusia.

Bulan lalu, Fransiskus mengatakan, warga Ukraina menderita "kematian syahid agresi". Dia membandingkan efek perang di Ukraina dengan "genosida mengerikan" pada 1930-an, ketika pemimpin Soviet Josef Stalin membuat warganya mengalami kelaparan.

Fransiskus telah beberapa kali menawarkan mediasi Vatikan untuk menyelesaikan konflik tersebut. Tetapi kritiknya yang meningkat terhadap Rusia membuat hal ini sangat tidak mungkin. Dalam sebuah wawancara bulan lalu dengan majalah Jesuit America, Fransiskus berbicara tentang kekejaman pasukan Rusia di Ukraina.

“Umumnya yang paling kejam mungkin mereka yang berasal dari Rusia tapi bukan dari tradisi Rusia, seperti Chechnya, Buryati dan sebagainya. Pasti yang menginvasi adalah negara Rusia. Ini sangat jelas,” kata Fransiskus. 

 

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA